KabarSunda.com- Sebanyak 951 pekerja asal Kota Bandung dari berbagai sektor industri terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari Januari sampai Mei 2025.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Kota Bandung Andri Darusman mengatakan, berdasarkan data, jumlah pekerja di Kota Bandung yang terkena PHK dalam lima bulan terakhir mencapai 2.000 orang lebih. Namun, khusu waga Bandung jumlahnya 951 orang.
“Warga Bandung-nya itu terdata ada 951 orang yang terkena PHK. Itu data sampai akhir Mei kemarin, tapi bukan hotel saja, kami ngeceknya dari yang mengajukan tunjangan kehilangan pekerjaan,” kata Andri, Sabtu, 14 Juni 2025.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan, gelombang PHK ini bukan hanya dari sektor perhotelan yang kini terdampak karena ada efisiensi dari pemerintah, melainkan beberapa sektor lainnya juga terdapat kasus serupa, seperti manufaktur, retail, pabrik, termasuk bidang kesehatan seperti rumah sakit.
Adapun pekerja yang terkena PHK, kata Andri, mereka bisa mendapatkan tunjangan kehilangan pekerjaan hingga enam bulan, dengan besaran bantuan berkisar antara 45 persen hingga 60 persen dari gaji sebelumnya.
“Untuk mendapatkan tunjangan kehilangan pekerjaan itu kalau gak salah mereka mengajukan, ada aplikasinya (BPJS Ketenagakerjaan), itu hitungannya dari gaji mereka,” ujarnya.
Guna menekan angka pengangguran setelah terkena dampak PHK, Disnaker Kota Bandung akan kembali menggelar Job Fair atau Bursa Kerja pada tanggal 17 dan 18 Juni 2025 di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung.
“Sudah ada 40 perusahaan yang bergabung, dengan jumlah lowongannya sekitar 2.588. Mudah-mudahan, tadi yang di PHK juga cepat bisa dapat kerja lagi ya,” ucap Andri.
Sementara, di Jawa Barat terdapat lima pabrik yang gulung tikar pada tahun 2025 ini. Ribuan buruh hingga karyawan di rumahkan dan terancam menjadi pengangguran.
Kepala Bidang Hubungan Industrial, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat Firman Desa mengatakan, lima pabrik ini ada di tiga daerah.
“Betul, ada lima perusahaan yang tutup di wilayah Bekasi, Cimahi, dan Garut, dua diantaranya tutup di tahun 2025 ini,” ujar Firman.
Adapun lima perusahaan yang tutup ini yaitu, PT. Sanken Indonesia, PT. Yamaha Music Product Asia, PT. Tokai Kagu, berlokasi di Kabupaten Bekasi, PT. Danbi internasional Garut, PT. Bapintri di Kota Cimahi. Alasan penutupan pabrik ini mulai dari dampak ekonomi global hingga pandemi Covid-19.
“Kalo Bapintri memang selalu mengalami kerugian pada saat pandemi, dan puncaknya sekarang mereka tutup. Kemudian untuk Danbi mereka dipailit kan oleh salah satu vendor nya,” kata Firman.
“Memang Danbi ini dari tiga tahun sebelumnya sudah bermasalah, yang awalnya dipicu oleh krisis ekonomi global, di mana permintaan order sangat menurun dari pasar Eropa,” sambungnya.













