KabarSunda.com- General Manager Bandara Husein Sastranegara, Indra Crisna Seputra, menyambut baik wacana dan rencana untuk mengaktifkan kembali Bandara Husein Sastranegara Bandung untuk pesawat komersial bermesin jet dari luar Pulau Jawa.
Seperti diketahui, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan tengah gencar mewacanakan aktivasi kembali penerbangan komersial dari dan menuju Bandara Husein Sastranegara seperti sebelumnya.
“Kami mendukung program pemerintah daerah, program pemerintah pusat, terkait dengan Bandara Husein Sastranegara. Terkait dengan untuk aktivasi Bandara Husein ini, yang pasti siapa pun, monggo-monggo saja. Kami pun juga gembira juga bilamana Bandara Husein Sastranegara bisa direaktivasi kembali untuk pesawat jetnya,” kata Indra di Bandara Husein Sastranegara, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu, 24 Juni 2025.
Indra memastikan Bandara Husein Sastranegara sudah siap secara teknis jika reaktivasi dilakukan.
Menurut dia, perawatan seluruh fasilitas dan perangkat penunjang di Bandara Husein Sastranegara rutin dilakukan dengan baik, mengikuti aturan serta prosedur yang ditetapkan di semua bandara.
“Fasilitas tidak ada yang kami kurangi. Runway-nya masih tetap panjang, fasilitasnya juga masih ada, seperti teman-teman lihat, terminalnya pun juga masih dingin,” ucapnya.
Selain itu, Indra juga memastikan Bandara Husein Sastranegara bisa mendaratkan dan menerbangkan pesawat komersial bermesin jet dengan tipe A320.
“Jadi, terkait dengan soal teknis, bagi kami bukan menjadi suatu isu. Kami tetap menjaga, tetap merawat semua fasilitas yang ada,” tuturnya.
Saat ini, kata Indra, Bandara Husein Sastranegara hanya melayani penerbangan tiga kali dalam satu minggu, yakni maskapai Susi Air dengan tujuan Pangandaran-Bandung-Halim Perdanakusuma atau sebaliknya.
Direncanakan pula hadir satu rute baru Susi Air dengan tujuan Yogyakarta-Bandung-Halim atau sebaliknya dalam waktu dekat.
Penerbangan-penerbangan yang ada, menurut Indra, sudah sesuai dengan aturan yang berlaku terkait tipe pesawat dan rute yang ditetapkan dalam Surat Edaran tahun 2023 yang menyatakan bahwa Bandara Husein Sastranegara hanya melayani pesawat propeller jenis ATR atau A72 dengan rute intra Jawa (dalam Pulau Jawa).
Saat ini, Bandara Husein melayani penerbangan Pangandaran-Bandung-Halim seminggu tiga kali.
“Sekali lagi saya tegaskan, pemerintah belum ada statement untuk menutup, tetapi mengatur untuk tipe pesawat dan rute, dan ini berlaku sampai dengan sekarang,” ucapnya.
“Jadi, Bandara Husein Sastranegara belum tutup,” tandasnya.
Wamenhub Dilema: Husein Sepi, Kertajati Bikin Tekor
Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana menyatakan, pemerintah belum memutuskan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung, Jawa Barat.
Menurutnya, wacana pengaktifan kembali bandara tersebut masih dalam tahap pembahasan dan kajian mendalam, baik dari sisi teknis maupun dampaknya terhadap operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka.
“Kita akan bicarakan. Husein apa Kertajati dan lainnya yang harus didukung. Prinsipnya untuk kebaikan masyarakat dan permintaan daerah, kita akan mencari solusi yang sangat masuk akal dan mendukung semua,” ujar Suntana di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu, 25 Juni 2025.
Ia mengungkapkan, wacana reaktivasi Bandara Husein muncul atas permintaan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang menyebut Kota Bandung kehilangan empat juta kunjungan wisatawan sejak bandara ditutup.
Namun di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta dukungan penuh untuk menghidupkan penerbangan di Bandara Kertajati. Sebab, biaya operasional bandara tersebut yang mencapai Rp 60 miliar per tahun menjadi beban besar bagi kas daerah.
“Kita sedang coba hidupkan dan mana yang lebih efektif. Beban dari Pemda Jawa Barat Rp 60 miliar per tahun itu jadi pertimbangan, nanti kita akan putuskan mana yang lebih efektif dan efisien,” kata Suntana.
Ia mengaku belum bisa mengambil keputusan final mengenai bandara mana yang akan diprioritaskan.
“Saya datanya tidak terlalu pasti, tapi Pak Wali Kota pasti punya argumen, jadi bahan diskusi kita,” ucapnya.
Sebelumnya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendesak agar pemerintah pusat segera mengaktifkan kembali operasional Bandara Husein Sastranegara. Ia menyebut penutupan bandara telah menurunkan jumlah kunjungan wisatawan dan berdampak negatif pada sektor ekonomi serta pariwisata Kota Bandung.
“Kami hanya ingin mengembalikan seperti kami bisa aktivasi tahun 2019. Empat juta penumpang setiap tahun, sekarang semua ke Halim. Yang untung Jakarta, Jawa Barat enggak dapat apa-apa. Itu logika paling gampang,” ujar Farhan di Kantor DKPP Kota Bandung, Jalan Arjuna, Jumat (20 Juni 2025).
Farhan menjelaskan, mayoritas wisatawan domestik yang datang ke Bandung berasal dari luar Pulau Jawa, seperti Bali, Medan, Ujung Pandang, Balikpapan, dan Palembang.













