Budaya  

Museum Sri Baduga Bandung Gelar Pameran Senjata Pusaka Nusantara

KabarSunda.com-  Museum Sri Baduga di Kota Bandung, Jawa Barat, menjadi tuan rumah perhelatan Pameran Nasional Pusaka Nusantara yang berlangsung 29 Juli – 30 Oktober 2025.

Pameran gelaran Kementerian Kebudayaan itu menampilkan benda pusaka yang umumnya senjata tradisional dari Aceh hingga Papua. Koleksi keris dan kujang milik Menteri Kebudayaan Fadli Zon ikut disertakan.

Lokasi ruangan pameran berada di sayap bangunan utama Museum Sri Baduga di Jalan BKR nomor 185. Tempat peraganya dibikin baru untuk memajang 238 koleksi pusaka dari 26 museum di Indonesia. Setiap daerah memiliki keunikan dan kekhasan masing-masing.

Pusaka dari Papua

Ganjar Hartanegara, penata pameran, mengungkap beberapa benda pusaka yang unik dalam pameran ini. “Salah satu senjata yang unik dari Papua itu tulang kasuari yang diukir jadi tajam,” kata dia, dikutip dari Tempo, Sabtu, 9 Agustus 2025.

Senjata yang disebut Ganjar itu dinamakan pisau tulang kasuari dan ada yang diukir serta bergerigi. Selain digunakan sebagai pemotong, alat itu dalam budaya lokal juga bisa dipakai untuk berperang dan melindungi diri dari musuh.

Ada juga perlengkapan pakaian adat juga peralatan upacara. Benda pusaka lainnya dari Papua seperti kapak batu yang bergagang kayu, tombak, serta busur dan anak panah.

Kebanyakan pusaka senjata dari berbagai daerah yang ditampilkan seperti golok, pisau dengan beragam bentuk dan hiasan, tombak, pedang, juga kujang serta keris.

Koleksi Jawa Barat

Koleksi Fadli Zon, di antaranya keris sepuh tangguh asal Cirebon yang diklaim dari abad XV, keris sepokal, dan sepasang kujang naga atau cangak.

Dari keterangan di ruang pameran, Fadli Zon juga membuat museum pribadi di Sentul, Bogor, yang menyimpan banyak benda budaya seperti keris, kujang, mandau, badik, rencong, manuskrip kuno dan naskah langka.

Sementara tuan rumah Jawa Barat, paling banyak menampilkan koleksi museum maupun kolektor pribadi.

Tidak hanya senjata seperti badik, pisau, aneka kujang, keris, tombak, dan trisula, melainkan ada juga benda perkakas yang disebut kalakatri atau kacip asal Bandung.

Alat itu menurut keterangan dari museum, tadinya hanya digunakan oleh agamawan. Terbuat dari logam, seperti tang, alat itu digunakan untuk memotong buah pinang sebagai bahan makan sirih.

Waktu kunjungan pameran sesuai dengan jam operasional Museum Sri Baduga. Museum ini buka setiap hari kecuali Senin, pada Selasa-Jumat dari pukul 08.00-16.00. Sedangkan pada Sabtu dan Minggu dari pukul 08.00-14.00 WIB. Tiket masuk pengunjung diberlakukan Rp 2.000 – 3.000 per orang.