KabarSunda.com- Jumat malam, 29 Agustus 2025, Bandung sempat porak-poranda. Aksi unjuk rasa yang terjadi di beberapa titik meninggalkan jejak kerusakan, terutama pada fasilitas publik.
Lampu jalan mati, persimpangan macet, hingga dinding kota yang biasanya penuh warna berubah kusam dengan sisa asap dan debu.
Di tengah suasana itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, muncul dengan suara yang menenangkan. Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran Forkopimda Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat yang langsung bergerak bersama.
Bagi Farhan, kolaborasi itulah yang membuat kota ini tidak jatuh dalam kekacauan berkepanjangan.
Farhan menegaskan perbaikan akan dilakukan secepat mungkin, terutama untuk fasilitas publik yang bersentuhan langsung dengan warga.
“Kami akan segera perbaiki, jangan khawatir,” ujarnya. Ia mencontohkan penanganan lalu lintas di simpang Jalan Ir. H. Djuanda yang kini sudah dijaga Linmas dan Dishub.
Soal kebutuhan pangan, ia memastikan distribusi tetap berjalan. “Tidak ada gangguan suplai makanan. Warga tidak perlu panik,” katanya.
Di hadapan masyarakat, Farhan menyampaikan pesan yang lebih dalam. Kota Bandung, menurutnya, mungkin terkoyak secara fisik, tetapi tidak secara jiwa. Warga Bandung diyakininya tetap kuat dan bersama-sama akan melewati masa sulit ini.
“Kejadian ini jadi pelajaran berharga. Pemerintah harus lebih sungguh-sungguh mendengar aspirasi masyarakat,” tuturnya.
Bandung memang sempat goyah semalam, tapi paginya kota ini tetap bergerak. Lalu lintas kembali mengalir, pasar kembali hidup, dan warga kembali beraktivitas.
Seolah-olah kota ini punya daya sembuh sendiri. Dan di situlah harapan Farhan: Bandung bukan sekadar kota, melainkan rumah yang akan selalu dibangun kembali oleh warganya.











