KabarSunda.com- Di balik pesatnya kemajuan di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB), menyisakan kisah menarik tentang teror harimau. Kisah ini terjadi pada abad ke-19 lalu, tepatnya di Padalarang.
Dalam buku Taponimi Susur Galur, mama tempat di Jawa Barat di cekungan Bandung, khususnya sekitar pegunungan Masigit, masih banyak ditemukan jejak harimau pada masa itu.
Bahkan masyarakat setempat enggan untuk melewati kawasan tersebut saat malam hari karena takut bertemu dengan sang harimau.
Keyakinan masyarakat semakin diperkuat oleh legenda Prabu Siliwangi, raja Kerajaan Sunda Galuh, yang dipercaya memiliki harimau sebagai khodam atau penjaga pribadinya.
Tak heran bila kawasan tersebut pada masa lalu kerap disebut sebagai “habitat harimau Jawa”.
Dalam budaya masyarakat Priangan, penamaan suatu daerah kerap berkaitan dengan perilaku atau keberadaan harimau.
Contohnya, nama Cimaung (Kabupaten Bandung) dan Cimacan (Kabupaten Cianjur) muncul dari pengalaman warga yang melihat langsung harimau.
Bila hanya terdengar suaranya, lahirlah nama seperti Ciharegem (Cimenyan).
Adapun daerah yang kerap menjadi tempat harimau berjemur kemudian dinamai Pamoyanan (Cimahi).
Catatan mengenai keberadaan harimau di sekitar Padalarang juga ditemukan dalam perjalanan penjelajah Belanda, AE Croockewit, pada tahun 1866 dari Cianjur menuju Bandung.
Ia menuliskan bahwa Pegunungan Masigit di Cipatat dipercaya sebagai sarang harimau, sehingga penduduk setempat enggan melewatinya pada malam hari.
Bachtiar berpendapat bahwa nama Padalarang mungkin berasal dari tradisi masyarakat yang selalu “melarang” musafir untuk melanjutkan perjalanan saat hari gelap.
Para pendatang biasanya diminta bermalam terlebih dahulu sebelum meneruskan perjalanan esok hari. Dari kebiasaan inilah diduga lahir nama Padalarang.
Seiring berjalannya waktu, wilayah yang dahulu dianggap angker itu mengalami perubahan besar.
Dari hutan yang menjadi tempat tinggal satwa buas, kini berkembang menjadi pusat industri di Jawa Barat serta jalur distribusi hasil perkebunan Priangan.
Bahkan, kawasan ini juga tumbuh menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi.
Kisah Padalarang menunjukkan bahwa sebuah nama daerah menyimpan sejarah yang kaya dan penuh makna. Siapa menduga, kecamatan yang sekarang dikenal sebagai pusat industri penting di Jawa Barat ini dulunya merupakan tempat hidup kawanan harimau.









