Profesionalme Harus di Sertai Tanggung Jawab Moral dan Niat Ibadah

KabarSunda.com- Menjaga integritas dan semangat pengabdian dalam menjalankan amanah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat penting. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Jawa Barat H.Dudu Rohman,S.Ag, M.Si dalam kegiatan SASADU, Sajam Sareng Kang Haji Dudu Rohman.

Setiap ASN harus menjaga integritas dan semangat pengabdian dalam menjalankan amanah. Profesionalisme itu harus disertai dengan tanggung jawab moral dan niat ibadah,” ungkapnya di Aula MAN 2 Cianjur, Pacet Cipanas Cianjur pada Selasa (7/10/2025).

Kakanwil mengingatkan pentingnya percepatan dan ketepatan dalam pelaksanaan program kerja, termasuk dalam pelaporan dan pencapaian target. Menurutnya ASN harus mampu bekerja cermat, cepat, dan tepat agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

Selain memberikan motivasi kepada ASN, Kakanwil juga mengajak para kepala madrasah dan tenaga pendidik untuk terus menyalakan “cahaya ilmu dan cahaya iman” dalam setiap langkah pendidikan. Menurutnya, madrasah bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan moral bangsa.

“Kepala madrasah bukan hanya pengelola administrasi, tetapi juga pemimpin visioner yang mampu melahirkan generasi emas di masa depan,” tegasnya.

Dudu mengatakan bahwa kepala madrasah dan guru harus memiliki visi besar dalam membangun lembaga pendidikan yang berdampak bagi masyarakat. Siswa-siswa madrasah saat ini, katanya, merupakan calon pemimpin bangsa di masa mendatang.

“Anak-anak yang hari ini belajar di madrasah, kelak akan menjadi pemimpin masa depan. Jadikan mereka generasi emas yang cerdas, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Kakanwil juga menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antara guru, pengawas, dan masyarakat. Keberhasilan madrasah, menurutnya, tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari sejauh mana madrasah mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

“Madrasah harus hadir di tengah masyarakat. Kegiatan keagamaan dan sosial yang dilakukan merupakan bentuk kontribusi nyata pendidikan Islam dalam membangun kebijaksanaan dan kebenaran,” tutupnya.