KabarSunda.com- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung memasang dua tombol panik atau panic button di dua lokasi yang dekat dengan ruang publik.
Fasilitas itu merupakan bagian dari sistem Bandung Siaga 112 yang siap menampung laporan kedaruratan dari masyarakat.
Menurut Kepala Diskominfo Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana, teknologi tombol panik dirancang untuk respons cepat dan komunikasi interaktif antara masyarakat dan petugas.
“Tombol panik ini berguna ketika terjadi hal mendesak di sekitar lokasi,” katanya lewat keterangan Rabu, 29 Oktober 2025.
Begitu tombol ditekan, sistem langsung terhubung ke Bandung Siaga 112 dan bisa dilakukan komunikasi dua arah serta terpantau melalui kamera pengawas atau CCTV.
Pemasangan tombol panggilan darurat yang bekerja sama dengan PT Bali Towerindo itu di dua lokasi ruang publik, yaitu Taman Supratman dan Palestine Walk dekat Alun-alun Bandung.
Alasan pemilihan dua lokasi itu karena tingkat mobilitas warganya tinggi dan dinilai rawan terhadap potensi gangguan keamanan dan keselamatan.
Menurut Yayan, situasi mendesak yang memungkinkan warga bisa menekan tombol panik adalah jika terjadi ancaman terhadap keselamatan jiwa.
Contohnya kecelakaan, seseorang terkena stroke, serangan jantung, atau terjadi tindak kriminal berat. Selama tidak dalam situasi mendesak, warga bisa meminta bantuan kepada petugas yang berada di sekitarnya.
Sementara itu Krisna, dari tim mitra perusahaan, mengatakan fasilitas itu memudahkan warga untuk melapor secara langsung di tempat kejadian.
“Kalau ada warga yang melihat kecelakaan, keributan, atau gangguan ketertiban umum, cukup tekan tombol,” katanya.
Petugas bisa langsung berinteraksi dan menindaklanjuti dengan cepat karena melalui Bandung Siaga 112 bisa langsung terkoneksi ke tim lapangan.
Dari sisi teknis, perangkat tombol darurat dilengkapi dengan kamera pengawas yang dapat digerakkan dari jarak jauh.
Kamera dapat berputar bebas secara horisontal, bergerak naik atau turun secara vertikal, dan memperbesar atau memperkecil obyek, serta dapat memantau area sekitar secara menyeluruh.
Sistem itu juga dilengkapi pelantang suara atau speaker yang berfungsi untuk komunikasi dua arah dan penyampaian pengumuman.
Krisna mengatakan perangkat itu juga telah dirancang agar tidak dirusak serta diawasi secara berkala melalui sistem kamera pengawas terintegrasi.
“Kami pastikan alat ini minim kerusakan. Kalau pun ada tindakan vandalisme kami bisa langsung mengetahui melalui rekaman CCTV siapa pelakunya,” kata dia.
Harapannya dengan tombol darurat itu masyarakat bisa jadi merasa lebih aman dan terlindungi saat beraktivitas di ruang publik.











