KabarSunda.com- ANGGOTA Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat M. Hasbullah Rahmad mengatakan, pemerintah provinsi (Pemprov) pada 2026 menganggarkan Rp 250 miliar untuk pembangunan 50 unit sekolah baru (USB).
Menurut anggota Komisi yang membidangi kesejahteraan rakyat itu menyebutkan, Jawa Barat masih kekurangan sekitar 100-an sekolah untuk menyerap lulusan sekolah menengah pertama (SMP) yang ingin ke sekolah menengah atas (SMA) Negeri
“Idealnya masih butuh sekitar 100 sekolah se-Jawa Barat ya. Nah pada 2026, Pemprov Jawa Barat berkeinginan membangun 50 unit sekolah baru dengan alokasi anggaran Rp 250 miliar,” tutur Hasbullah di Depok, Jawa Barat, pada Rabu, 12 November 2025.
Hasbullah menuturkan, pembangunan USB tersebut akan lebih cepat terealisasi jika pemerintah daerah kabupaten/kota menghibahkan lahan-lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) untuk pembangunan SMA, SMK (sekolah menengah kejuruan) atau SLB (sekolah luar biasa) Negeri.
Sebab, kata anggota dewan Jawa Barat dari daerah pemilihan Kota Depok dan Kota Bekasi ini, jika Pemprov memulainya dengan membeli lahan lebih dulu, prosesnya akan lama dan belanja modalnya besar.
Hasbullah menjelaskan, dari 50 USB baru di Jawa Barat, tidak termasuk di Depok. Sebab, kata dia, Depok belum menghibahkan lahan fasos-fasum untuk SMA. Terlebih, Hasbullah menjelaskan, harga tanah di Depok sudah tinggi ketimbang di beberapa kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat.
“Tanah di Depok sudah tidak ada yang di bawah Rp 1 juta, paling tidak Rp 2 juta. Itu juga bukan di pinggir jalan raya,” ujar Hasbullah.
Untuk itu, ia menyarankan agar pemerintah kota Depok segera menginventarisasi fasos-fasum yang dimiliki untuk dihibahkan dan dibangun SMA, SMK atau SLB Negeri.
“Untuk membangun sekolah baru, cari lahan sekitar 5.000 meter ke atas. Kalau sudah ada, silakan hibahkan ke Jawa Barat, biar mendapat sekolah baru,” ujar Hasbullah.
Jika pemerintah kota Depok sudah menghibahkan lahan fasos-fasum ke Pemprov Jabar, kata Hasbullah, maka DPR mengusulkan slot anggaran untuk pembangunan beberapa USB di Depok.
“Tahun besok Depok tidak membangun SMA Negeri baru, kecuali dihibahkan lahan Fasos Fasum dan diusulkan dianggaran perubahan 2026,” ujar Hasbullah.











