KabarSunda.com- Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir berbincang dengan Omay Juhana salah seorang petani Mangga Gedong Gincu asal Dusun Cisaar Landeuh Desa Cintajaya, Kecamatan Jatigede. Percakapan tersebut membuka gambaran besar tentang potensi produksi mangga Gedong Gincu di wilayah tersebut.
Bupati Dony tampak serius menggali data dari para petani. Ia menanyakan secara rinci mulai dari jumlah lapak, volume panen, hingga frekuensi panen dalam setahun. “Kalau setahun itu menghasilkan berapa?” tanya Dony.
Omay menjelaskan, dari tiga lapak saja, produksi mangga bisa mencapai rata-rata sekitar tiga ton per lapak. Jika dikalkulasikan, dalam satu bulan hasil panen bisa menembus angka puluhan ton. “Perkiraan sebulan bisa sampai 20 ton. Kalau dihitung setahun, bisa 80 ton lebih,” ungkapnya.
Ia memgatakan panen Mangga Gedong Gincu di Jatigede tidak bersifat musiman singkat.
Petani menyebut panen bisa berlangsung hampir sepanjang tahun, mulai sekitar April hingga Desember, dengan ritme panen rutin setiap bulan.
Mendengar hal tersebut, Bupati Dony melihat peluang besar yang harus ditangkap secara lebih serius. Menurutnya, dengan produksi sebesar itu, pengelolaan pascapanen menjadi kunci agar nilai jual mangga tidak jatuh di tingkat petani.
“Kalau volumenya sudah puluhan ton, ini harus masuk ke sistem yang lebih rapi. Packaging, sortir, dan pemasaran harus jalan,” kata Dony.
Ia pun menyinggung pentingnya kerja sama dalam pengemasan dan pemasaran agar mangga Gedong Gincu tidak hanya dijual mentah, tetapi memiliki nilai tambah.
Bagi Bupati Dony, berdialog langsung dengan petani seperti ini menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan. Angka-angka yang muncul di lapangan menunjukkan bahwa Mangga Gedong Gincu Jatigede memiliki potensi besar untuk dikembangkan ke pasar yang lebih luas, bahkan ekspor.
“Kalau dikelola bersama dan pasarnya jelas, insyaallah petani akan lebih sejahtera,” katanya.











