KabarSunda.com- Terminal Leuwipanjang semakin menata diri. Dengan mulai pindah nya PO Bus dari Terminal Cicaheum, mulai dari fasilitas modern dan Tata Akses Keluar-Masuk Armada merubah wajah terminal.
Sejumlah nama besar perusahaan otobus (PO) trayek antar kota mulai memindahkan operasional naik dan turun penumpang dari semula Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Jawa Barat.
Pemindahan pusat layanan bus rute antar kota ke Terminal Leuwipanjang ini menyesuaikan kebijakan “satu pintu” operasional terminal di Bandung karena Terminal Cicaheum disiapkan sebagai depo dan pusat layanan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya yang kini bernama Metro Jabar Trans (MJT).
Kebijakan Terminal Leuwipanjang dijadikan pusat keberangkatan dan kedatangan semua PO bus antar kota diberlakukan secara bertahap pada akhir masa Angkutan Lebaran Idulfitri 1447 H atau mulai April 2026.
Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat mengatakan, transisi besar-besaran PO bus antar kota ini diantisipasi pihaknya dengan melakukan perombakan fasilitas layanan menjadi lebih baru dan modern untuk menyesuaikan kebutuhan penumpang.
Sebab menurut Asep, perpindahan operasional trayek PO bus ini akan berimbas pada lonjakan penumpang di Terminal Leuwipanjang yang diprediksi bisa mencapai hingga 12 ribu per hari khususnya saat momen libur panjang.
Kini pengelola Terminal Leuwipanjang, mulai melakukan pembangunan fasilitas penunjang operasional PO bus antar kota, antara lain pengadaan toilet yang lebih mendukung, hingga shower dan loker berbayar.
Otoritas terminal berencana membangun penginapan berupa hotel transit dengan tarif murah yang dapat dimanfaatkan penumpang, baik sebelum berangkat atau setelah datang dari perjalanan.
Asep menyatakan, penginapan yang ingin dihadirkan bisa berbentuk hotel kapsul seperti di bandara dengan harga sewa Rp60 ribu hingga Rp70 ribu. Terkait lokasinya, ia menyebut, masih harus melalui analisis lanjutan.













