KabarSunda.com- PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat kenaikan jumlah penumpang kereta lokal di wilayah Bandung selama tiga bulan terakhir.
Layanan Kereta Api (KA) Lokal Bandung Raya mencatat angka 2.858.523 orang dalam periode laporan Triwulan I 2026.
Layanan relasi KA Lokal Garut juga mengalami pertumbuhan 11,64 persen dibandingkan catatan tahun lalu. KAI menyatakan angkutan tersebut sangat penting bagi mobilitas warga.
“Setiap perjalanan yang terjadi di kereta lokal adalah bagian dari aktivitas masyarakat yang terus berjalan. Dari berangkat bekerja, mengantar anak sekolah, hingga mengakses layanan kesehatan, semuanya saling terhubung dalam satu perjalanan yang terjangkau dan dapat diandalkan,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, Kamis, 16 April 2026.
Jumlah pengguna kereta api ini mencapai 2.450.007 pelanggan pada periode awal 2025.
Pencapaian angka pada periode yang sama tahun 2024 tercatat menyentuh jumlah 1.966.318 pelanggan di Bandung.
Jalur relasi Padalarang sampai Cicalengka menghubungkan area pemukiman warga dengan pusat bisnis serta berbagai wilayah sektor pendidikan.
Pemberhentian pada beberapa stasiun memudahkan mobilisasi masyarakat menuju kawasan industri dan titik ekonomi di Kota Bandung.
“Kereta lokal menjadi ruang yang mempertemukan berbagai kebutuhan masyarakat. Di dalam satu perjalanan, ada banyak tujuan yang berbeda, namun semuanya bergerak dalam waktu yang sama. Di situlah peran kereta api hadir menjaga keterhubungan dan mendukung aktivitas masyarakat setiap hari,” kata Executive Vice President Corporate Secretary PT KAI Wisnu Pramudya.
KAI menetapkan tarif perjalanan terjauh sebesar Rp14.000 untuk rute kereta api menuju Purwakarta.
Biaya rendah menjadikan sarana ini pilihan transportasi favorit untuk menjalankan produktivitas harian tanpa mengeluarkan banyak ongkos jalan.
Data pelanggan KA Lokal Garut tahun 2025 tercatat sebanyak 697.612 orang di seluruh stasiun pemberhentian milik PT KAI.
Sedangkan pada tahun 2024 jumlah perjalanan pada jalur itu hanya mengangkut penumpang mencapai angka 620.610 jiwa saja.
Tarif perjalanan jarak terjauh relasi Bandung Raya dipatok Rp5.000 saja agar mempermudah beban finansial mobilitas ekonomi harian.
Masyarakat dapat mengakses layanan kereta api tersebut yang melewati stasiun perlintasan di pusat serta wilayah pinggiran Kota Bandung.











