KabarSunda.com- Dua hari lagi rencana penutupan Jalan Diponegoro Kota Bandung yang dilakukan Biro Umum Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait adanya proyek fisik penyatuan Plaza Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu.
Berdasarkan informasi dan investigasi KabarSunda.com,(28/4/2026) dari penataan ini bertuliskan spanduk penutupan jalan sementara oleh Biro Umum.
Penyatuan Kawasan Publik: Menghilangkan pemisah antara halaman Gedung Sate dan Lapangan Gasibu guna menciptakan ruang publik terpadu yang lebih luas, estetis, dan inklusif.
Revitalisasi Sumbu Utama: Mengembalikan “Sumbu Utama” identitas Jawa Barat yang menghubungkan poros Gedung Sate hingga Gasibu sebagai satu kesatuan visual dan fungsional.
Perubahan Struktur Jalan: Permukaan jalan yang semula aspal akan diganti menjadi material batu andesit, mirip dengan kawasan jalan braga kota bandung untuk mendukung konsep pedestrian.
Fasilitas Upacara dan Aspirasi: Mempersiapkan wajah baru kawasan agar dapat digunakan untuk Upacara HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026, serta menyediakan tempat yang lebih nyaman bagi warga untuk menyampaikan aspirasi.
Dalam spanduk terpasang di Jalan Diponegoro di depan Gedung Sate, Bandung, akan ditutup total mulai 30 April hingga 7 Agustus 2026. Penutupan ini dilakukan untuk mendukung proyek Plaza Gedung Sate.
Lokasi Spesifik: Ruas jalan yang ditutup adalah bagian Jalan Diponegoro yang berada tepat di antara Gedung Sate dan Lapangan Gasibu.
Alasan Penutupan: Pekerjaan fisik untuk menyambungkan dua kawasan ikonik Bandung tersebut menjadi satu kesatuan plaza.
Tulisan pada spanduk itu menginformasikan bahwa jalan akan ditutup sementara selama proses pekerjaan berlangsung.
Kawasan Gedung Sate selama ini menjadi salah satu titik lalu lintas penting di pusat Kota Bandung.
Jalan Diponegoro juga menjadi jalur penghubung sejumlah kawasan strategis, termasuk akses menuju wilayah Dago, Riau, dan pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat.
Selain sebagai jalur kendaraan, kawasan ini juga dikenal sebagai ruang publik yang ramai terutama saat akhir pekan.
Lapangan Gasibu kerap dipadati warga yang berolahraga, sementara Gedung Sate menjadi salah satu ikon wisata sejarah Kota Bandung.
Gedung Sate sendiri dibangun pada tahun 1920 dan kini berfungsi sebagai kantor pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat.













