Budaya  

Putra Putri Asli Papua Bikin Pawai Lebaran Depok 2026 Makin Semarak

Penampilan putra-putri asli Papua sukses membuat suasana Pawai Budaya Nusantara pada Lebaran Depok 2026 semakin semarak, Sabtu (09/05/26). (Foto:Diskominfo)

KabarSunda.com- Kehadiran putra-putri asli Papua sukses membuat suasana Pawai Budaya Nusantara pada Lebaran Depok 2026 semakin semarak.

Penampilan mereka menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian warga di Alun-alun Timur Grand Depok City (GDC), Sabtu (09/05/26).

Dengan mengenakan busana khas Papua bernuansa hitam yang dipadukan rok rumbai, mahkota berbulu, kalung etnik, hingga riasan wajah bermotif unik, para peserta tampil percaya diri sambil menampilkan Tari Yosim Pancar (Yospan).

Warga yang memadati jalur pawai tampak antusias menyaksikan penampilan rombongan bertema Papua tersebut.

Defile ini merupakan gabungan dari lima perangkat daerah, yakni Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus), Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), RSUD Anugerah Sehat Afiat (ASA), serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok.

Sekretaris Bapperida Kota Depok, Mohamad Fahrizal mengatakan, pihaknya melibatkan enam mahasiswa asli Papua dari Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN) yang tinggal di sekitar Depok.

Mereka tidak hanya menjadi penampil, tetapi juga membantu melatih koreografi tarian yang dibawakan selama pawai budaya berlangsung.

“Mahasiswa asli Papua yang kami hadirkan ada sekitar enam orang, laki-laki dan perempuan, dari STIPAN. Kebetulan mereka tinggal di sekitar Depok, jadi kami mengajak mereka tidak hanya sebagai penampil, tetapi juga membantu melatih koreografi tarian yang kami bawakan saat pawai,” ujarnya kepada berita.depok.go.id.

Sementara itu, Kepala Diskarpus Kota Depok, Siti Chaerijah Aurijah mengatakan, keberagaman budaya di Kota Depok harus terus dijaga karena menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan masyarakat.

“Tema tahun ini Depok Rumah Kita. Artinya, Depok menjadi rumah bagi berbagai suku bangsa. Keberadaan berbagai macam suku bangsa di Depok ini menjadi potensi yang bagus untuk memajukan Kota Depok, termasuk merangkul putra-putri dari Papua ini,” tutupnya.