Budaya  

Relevan Anak Muda, Museum Permainan Tradisional Komunitas Hong Direvitalisasi

KabarSunda.com- Dosen Fakultas Industri Kreatif (FIK) Telkom University melakukan revitalisasi museum permainan tradisional komunitas Hong di Bandung melalui inovasi tampilan interaktif berbasis 3D printing.

Proses revitalisasi berlangsung sejak bulan April hingga November 2026.

Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Nurul Fitriana Bahri mengatakan, museum permainan tradisional yang dilestarikan Komunitas Hong harus diperkuat dari sisi desain ruang, media edukasi, dan tata pamer. Sehingga diharapkan relevan terhadap generasi muda khususnya Z.

“Tim FIK Telkom University merancang pengembangan sistem display museum dengan memanfaatkan teknologi 3D printing dan fabrikasi digital,” ucap dia yang memperoleh dukungan anggaran program inovasi seni Nusantara dari Kemenristekdikti, Senin, 24 Agustus 2026.

Ia melanjutkan, pemanfaatan teknologi tersebut diarahkan untuk menghadirkan pengalaman ruang yang lebih menarik sekaligus memperkuat fungsi museum edukasi.

Penataan ulang dilakukan dengan mempertimbangkan alur sirkulasi pengunjung, optimalisasi pencahayaan, serta pengembangan soundscape yang dapat menghidupkan suasana ruang pamer dan membangun pengalaman multisensori bagi pengunjung.

“Proses revitalisasi dilakukan melalui pendekatan multidisiplin yang memadukan observasi, workshop, dan forum diskusi kreatif,” ungkap dia.

Pada tahap awal penelitian, Nurul mengaku telah berkomunikasi dengan pendiri komunitas Hong untuk memetakan revitalisasi kebutuhan dan inovasi.

Selanjutnya dilakukan workshop agar tim dapat mendalami karakteristik semua koleksi museum.