KabarSunda.com- Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Jawa Barat yang mendapat pengakuan dari WBTb Indonesia 2026 bertambah. Jumlah yang diakui 25 WBTb.
Berarti sudah ada 41 WBTb Jabar yang diakui di tingkat nasional.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar, Iendra Sofyan mengatakan, Jabar mengajukan sebanyak 25 karya budaya dalam Sidang Termin-2 WBTb Indonesia Tahun 2026.
Usulan tersebut mencakup berbagai domain kebudayaan, mulai dari tradisi dan ekspresi lisan, seni pertunjukan, adat istiadat, pengetahuan tradisional, hingga keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional.
“Alhamdulillah semuanya lolos,” kata Iendra usai rapat pleno WBTb, Jumat, 4 September 2026.
Iendra memaparkan, pada domain tradisi dan ekspresi lisan, karya budaya meliputi Basa Dermayu, Gogolékan, Penca Aliran Sang Maung Bodas, dan Séréd Ujungan.
Domain seni pertunjukan, Bénjang Batok, Burok Cirebon, Ibing Palérédan, Kacapi Jeletot, Ngangkring, Ronggéng Bugis, serta Tepak Gendang Opok Kijing.
Domain adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan, terdapat enam usulan, yakni Botram, Hajat Sunat Kasepuhan Banten Kidul Kabupaten Sukabumi, Nganyaran Kasepuhan Banten Kidul Kabupaten Sukabumi, Ngunjung Dermayu, Tradisi Nyepuh, Munjung, dan Wayang Ruwat.
Domain pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam semesta diwakili Nyalawena.
Domain keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional, karya budaya yang diajukan Dodol Garut, És Pala, Laksa Bogor, Pindang Gunung, Srabad Cirebon, dan Tahu Cibuntu.
“Sejumlah karya budaya juga ditampilkan secara langsung dalam sesi pemaparan Provinsi Jawa Barat. Basa Dermayu dari Kabupaten Indramayu diperagakan melalui demonstrasi tutur dan dialog. Bénjang Batok dari Kabupaten Pangandaran ditampilkan dalam bentuk peragaan,” ucap Iendra.












