KabarSunda.com- Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar mengkritik wasit yang memimpin laga melawan Barito Putera.
Wasit Gedion Dapaherang mendapatkan sorotan karena keputusannya yang kurang tepat pada pertandingan ini.
Bahkan, terkesan wasit berat sebelah yang membuat kondisi di lapangan sempat memanas.
Puncaknya adalah tekel dua kaki yang dilakukan Murilo kepada Febri Hariyadi dan hanya berujung kartu kuning.
Bench Persib langsung memberikan protes keras karena tindakan ini cukup berbahaya dan bisa membuat pemain cedera parah.
Umuh Muchtar menilai bahwa wasit yang bertugas tidak profesional.
Bahkan, dia kecewa PT LIB mengutus wasit yang justru membuat kontroversi di lapangan.
Tentunya, semua pihak bisa menilai karena wasit tidak adil di lapangan bahwa sengaja tidak melakukan pengecekan VAR saat pelanggaran keras terjadi.
“Semua orang lihat, wasit seperti ini.”
“Kok berani memasang wasit seperti ini,” kata Umuh Muchtar.
Pihak Maung Bandung sampai saat ini belum memutuskan sikap atas perilaku wasit di lapangan.
Menurutnya, protes-protes yang terjadi tidak berdampak banyak dan ini yang akan mereka kaji.
Tentunya, pihaknya cukup dirugikan karena gagal mendapatkan kemenangan di depan suporter sendiri.
“Percuma (protes), percuma dari dulu protes protes apa, sudah saja,” tegasnya.
Selanjutnya, Persib membawa misi untuk wajib menang pada dua laga terakhir.
Mereka akan melawan Persita Tangerang (16 Mei 2025) dan Persis Solo (24 Mei 2025).
Bos Maung Bandung ini berharap bisa memaksimalkan dua pertandingan tersebut.
“Dua laga terakhir wajib menang, minta wasit yang benar, wasit yang netral.”
Umuh juga memastikan ada bonus yang akan diterima untuk pemain Persib.
Bahkan, dia memberikan sinyal bahwa bonus ini akan lebih besar karena pemain sudah bekerja keras.
Namun, dia tidak ingin membuka nominal yang akan diterima pemain Maung Bandung.
“Bonus dua laga terakhir lumayan besar,” tutupnya.













