KabarSunda.com- Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyelesaikan tanggap darurat musibah longsor Gunung Kuda di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Kamis siang, 5 Mei 2025.
Tim gabungan menghentikan proses pencarian korban yang masih belum ditemukan.
Musibah longsor yang terjadi pada Jumat (30 Mei 2025) ini menelan 21 korban tewas dan 4 orang hilang.
Pemda Kabupaten Cirebon menggelar rapat lintas sektor penanganan SAR bersama TNI, Polri, Basarnas, BNPB, Inspektur Kementerian ESDM, operator, dan pihak lainnya.
Mereka membahas kondisi terkini pencarian korban longsor Gunung Kuda Cirebon.
Berdasarkan catatan tim Inspektur Tambang Kementerian ESDM melalui alat pantau Total Station, potensi longsor susulan semakin besar.
Patahan atau retakan tebing di sekitar area sudah melebihi empat meter.
Kondisi ini sangat membahayakan jiwa dan keselamatan para operator serta tim gabungan yang melakukan pencarian di zona merah.
Sarwo, salah satu operator pencarian korban, menyebut dirinya tidak berani untuk mengoperasikan alat berat.
Melanjutkan proses pencarian sangat membahayakan keselamatan dirinya.
Sarwo mengungkapkan bahwa dirinya pun merasa sedih karena sebagian yang tertimbun dan masih dicari adalah teman-temannya.
Namun, dia juga tidak ingin memaksakan pencarian di tengah potensi longsor susulan yang besar.
“Karena dari kondisi alam kurang bersahabat, kami lihat ronggahan, penurunan material yang di atas, khawatir longsor, Pak. Sangat berbahaya, itu rekan kami juga, tetapi lihat kondisi begitu, kami tidak mau mengambil risiko besar,” kata Sarwo usai rapat di kantor bupati, Kamis, 5 Juni 2025.
Bupati Cirebon, Imron, menyampaikan bahwa rapat lintas sektor sudah berlangsung.
Pihaknya juga sudah mendengar laporan dari Camat Dukupuntang yang menyebut bahwa keluarga dari empat korban yang masih hilang sudah mengikhlaskan.
Imron mengungkapkan pemerintah berbelasungkawa terhadap seluruh korban yang telah meninggal dunia dan juga yang masih hilang.
Tim SAR gabungan sudah berjuang dan berusaha maksimal untuk mencari, tetapi kondisinya justru semakin membahayakan bila diteruskan.
Atas dasar berbagai pertimbangan dan masukan dari banyak pihak, serta keluarga korban yang sudah mengikhlaskan kepergian empat orang yang hilang, Pemda Cirebon menyampaikan status tanggap darurat selesai.
Pemda juga meminta seluruh pihak menghentikan proses pencarian korban.
“Masukan dari banyak pihak, lebih maslahat dan utama ditutup demi keselamatan kita semua. Mulai hari ini jam 15.00 WIB, pencarian dihentikan. Empat orang belum ditemukan, tadi pagi Pak Camat juga sudah silaturahmi dengan keluarga korban,” kata Imron usai rapat bersama di ruang Paseban Gedung Pemda, Kamis, 5 Juni 2025.
Untuk mengantisipasi adanya warga yang masuk area Gunung Kuda, Pemda akan memasang portal dan garis polisi di lokasi.
Pemasangan ini akan dilakukan tim gabungan sambil menutup proses pencarian.
Imron juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mencari solusi terhadap dampak hilangnya pekerjaan bagi orang-orang yang terbiasa menggantungkan nafkah di lokasi.
Hingga Kamis siang, Pemda Kabupaten Cirebon mencatat sebanyak 21 orang meninggal dunia akibat tragedi longsor galian batu Gunung Kuda di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Empat orang atas nama Muniah, Heri Santono alias Tono, Dedi Setiadi, dan Nurhakiman, dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
Keempatnya adalah warga Kabupaten Cirebon.
Dua belas orang juga terdampak dengan mengalami luka-luka, dua orang di antaranya masih menjalani penanganan medis di rumah sakit.











