KabarSunda.com- Menjelang rencana unjuk rasa di Kota Bandung pada 1 September 2025, Pemerintah Kota Bandung mengambil langkah cepat untuk memastikan sektor pendidikan dan layanan publik tetap berjalan.
Salah satu kebijakan yang diambil adalah menetapkan 32 sekolah melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan, kebijakan ini merupakan langkah antisipatif agar kegiatan belajar-mengajar tidak terganggu oleh dinamika di lapangan.
“Untuk 32 sekolah ditetapkan wajib PJJ, selebihnya diberi kebebasan menentukan apakah akan melaksanakan PJJ atau tetap tatap muka,” jelas Farhan di Balai Kota Bandung.
Pemkot juga meminta sekolah memastikan siswa tetap berada di rumah selama PJJ berlangsung. Sementara itu, bagi siswa yang tetap melakukan tatap muka, mereka diwajibkan pulang langsung setelah jam pelajaran usai. Pengamanan pun diperketat dengan patroli rutin dari Polsek dan Koramil di sekitar sekolah.
Layanan Publik Tetap Jalan
Berbeda dengan sekolah, kebijakan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap normal. Tidak ada sistem Work From Home (WFH).
Farhan menegaskan bahwa seluruh ASN wajib masuk kerja seperti biasa agar layanan publik kepada masyarakat tidak terganggu.
“ASN tetap masuk kerja. Tidak ada WFH. Layanan publik harus berjalan normal,” katanya.
Peran Orang Tua
Selain pengaturan teknis sekolah dan ASN, Farhan menekankan pentingnya peran orang tua. Ia menyoroti adanya keterlibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa sebelumnya.
Karena itu, orang tua diminta lebih waspada, terutama memastikan anak-anak tidak berkeliaran setelah jam sekolah.
“Kami mengimbau orang tua agar memastikan anak-anak tidak tiba-tiba menghilang setelah jam sekolah, terutama setelah pukul 16.00 WIB,” ujarnya.
Menjaga Kondusivitas Kota
Melalui skema ini, Pemkot Bandung berupaya menjaga agar pendidikan tetap berjalan lancar sekaligus melindungi anak-anak dari keterlibatan dalam situasi yang berisiko.
Sementara layanan publik juga dijamin tetap tersedia sehingga aktivitas masyarakat tidak terhambat.
Kombinasi antara pengaturan PJJ, patroli pengamanan, disiplin ASN, dan keterlibatan orang tua diharapkan mampu menciptakan suasana Bandung yang kondusif di tengah dinamika yang sedang berlangsung.











