KabarSunda.com- Bek Persib Bandung Frans Putros menuai kritik pedas dari para penggemar sepak bola Irak, tetapi pelatih lokal negeri itu menilainya tetap layak menjadi andalan menghadapi Timnas Indonesia.
Hujatan fans terhadap Putros itu muncul menyusul penampilannya di final King’s Cup 2025 melawan Thailand, 7 September lalu.
Bek Timnas Irak berusia 32 tahun itu terkena kartu merah akibat dua kartu kuning beruntun.
Kartu kuning pertama pada menit ke-69, sementara yang kedua tujuh menit kemudian setelah menarik kaus lawannya, mencegah serangan yang membahayakan.
Dalam final turnamen tahunan yang diakui FIFA itu, Frans Putros tampil sebagai pemain cadangan menggantikan Sherko Karim menit ke-61.
Walhasil, Putros hanya bermain 15 menit akibat kartu merah tersebut.
Walau begitu, penampilan tersebut menambah cap-nya untuk tim Singa Mesopotamia menjadi 20 sejak debut dalam kemenangan uji coba 3-0 atas Palestina pada 4 Agustus 2024.
Putros merupakan pemain kelahiran Aarhus, Denmark, beretnis Asyur (Suriah), dan sempat memperkuat tim U-20 dan U-21 negara Skandinavia itu.
Setelah tiga musim di klub Thailand, Port FC, dia bergabung ke Persib Bandung sejak 16 Juli 2025.
Pelatih Persib Bojan Hodak selalu menjadikannya starter bermain penuh di Super League 2025-2026 sejak laga pertama hingga keempat melawan Persebaya Surabaya pada 12 September lalu.
Putros terkena kartu kuning pada menit ke-52 dalam duel ketat yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Persib itu.
Pelatih lokal Irak, Hamza Dawood, menilai Frans Putros merupakan salah satu bintang yang bersinar, terutama di Piala Raja Thailand (King’s Cup).
“Pertandingan melawan Thailand merupakan ujian berat bagi Irak, karena tim lawan sedang menjalani salah satu periode terbaiknya dan terus berkembang, bahkan levelnya sangat mendekati level Indonesia,” ungkap Dawood.
“Turnamen itu secara umum telah memperlihatkan kecemerlangan beberapa nama, terutama Kevin Yaqoub, Mohannad Ali, Frans Boutros, Marco Faraj, dan Muntadhar Al Majed.”
“Saya harap semuanya dapat dimainkan di play-off kualifikasi melawan Indonesia dan Arab Saudi, karena mereka akan memberi tim keunggulan teknis yang selalu kami cari,” tegas Dawood.
Dia menambahkan, keberhasilan menjuarai King’s Cup untuk kedua kalinya itu meningkatkan moral Timnas Irak untuk menghadapi Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dawood juga memuji Pelatih Irak Graham Arnold dalam mengembangkan dan mengoptimalkan pasukannya.
Arnold mencoba banyak pemain dalam duel pertama King’s Cup melawan Hong Kong, memberi mereka kesempatan penuh.
Dia menilai hal itu sebagai langkah yang sangat positif dan akan memberikan manfaat nyata bagi Irak di pertandingan mendatang.
Selain itu, Arnold mengandalkan beberapa gaya bermain; terkadang ofensif dan terkadang defensif.
“Pelatih Graham Arnold telah membuktikan kemampuannya dalam pergantian pemain. Pelatih Australia ini membaca kedua pertandingan dengan cermat, mengidentifikasi kekurangannya. Setiap kali pemain pengganti terlibat, mereka memberikan masukan teknis yang kurang di posisi mereka.”
“Banyak pemain yang ingin mendapatkan kepercayaan dan masuk dalam daftar pemain Singa Mesopotamia untuk play-off kualifikasi Piala Dunia. Dengan demikian, saya harap Irak akan bermain defensif,” jelasnya.
Irak akan meladeni Timnas Indonesia dalam pertandingan pertamanya di Grup B Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, Minggu (12/10/2025) pukul 02.30 WIB.
Tiga hari kemudian, tim berperingkat 58 FIFA yang baru satu kali tampil di Piala Dunia itu menghadapi tuan rumah Arab Saudi.
Irak mematok target menang atas Indonesia karena akan melawan tim lebih berat pada laga keduanya kontra Arab Saudi.
Dengan harapan Timnas Indonesia versus Arab Saudi bermain imbang pada laga pertama mereka, Irak juga akan berusaha keras minimal menahan tuan rumah.
Dengan skenario itu, Singa Mesopotamia menjadi juara Grup B dan lolos ke Piala Dunia 2026.













