KabarSunda.com- Setiap hari, sekitar 260 ribu porsi makanan bergizi dibagikan kepada anak-anak sekolah di Kota Bandung melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Angka itu bukan sekadar data, melainkan wujud nyata kepedulian pemerintah kota terhadap masa depan generasi muda.
Namun, membagikan makanan dalam jumlah besar tentu tidak mudah. Dibutuhkan sistem yang ketat agar keamanan dan kualitas makanan tetap terjamin.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam, menegaskan sejak awal program ini dijalankan, pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi. Edukasi kepada pengelola dapur menjadi kunci.
Ada 98 dapur MBG yang disiapkan, dengan 87 di antaranya aktif setiap hari. Meski sebagian masih dalam proses sertifikasi, seluruh dapur mendapat pendampingan intensif dari Pemkot Bandung.
Bahkan 80 puskesmas di seluruh kota ikut terlibat langsung, mulai dari memantau kebersihan, cara mengolah makanan, hingga penyajian.
Jika ditemukan catatan dalam evaluasi, puskesmas segera memberi masukan untuk diperbaiki. Langkah cepat ini menjadi pengaman penting agar makanan yang sampai di tangan anak-anak sekolah tetap sehat dan aman dikonsumsi.
Hingga kini, belum pernah ditemukan kasus makanan basi di Bandung. Hal itu membuat program MBG terus mendapat kepercayaan, baik dari orang tua maupun pihak sekolah.
Pemerintah kota pun terus mendorong quality control berjalan konsisten, karena menjaga kesehatan anak-anak berarti menjaga masa depan kota.
Program MBG bukan hanya soal memberi makan, tetapi juga soal membangun kebiasaan sehat. Di tengah tantangan ekonomi, langkah ini menjadi napas segar bagi ribuan keluarga.
Bandung menunjukkan bahwa kepedulian sosial bisa diukur dari bagaimana anak-anaknya diperlakukan: sehat, aman, dan siap belajar dengan semangat.











