Program MBG Dihentikan Sementara di 11 Sekolah Kabupaten Bandung Barat (KBB)

 KabarSunda.com- Ratusan sekolah di Kecamatan Cipongkor dan Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kini tidak lagi menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penghentian sementara ini diberlakukan pasca insiden keracunan massal yang menimpa lebih dari seribu pelajar di wilayah tersebut.

Tercatat, sebanyak 1.315 pelajar menjadi korban keracunan massal MBG dalam dua gelombang kejadian, yaitu pada 22 September dan 24 September 2024. Mayoritas korban berasal dari Kecamatan Cipongkor.

“Betul, sejak kejadian keracunan pertama tanggal 22 September dan kedua pada 24 September 2024, hingga kini sekolah yang siswanya mengalami keracunan tak lagi mendapat program MBG,” kata Kasi Pemerintahan dan Pelayanan Publik Kecamatan Cipongkor, Dani Ramdani, S.Sos., saat dikonfirmasi pada Selasa,  7 Oktober 2025.

SPPG Ditutup, Ribuan Pelajar Terdampak

Penghentian penyaluran program MBG di sekolah-sekolah terdampak Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas merupakan konsekuensi langsung dari penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Penutupan ini mencakup dua dapur di wilayah Cipongkor dan satu dapur di Cihampelas yang memasok makanan bagi pelajar.

Dani Ramdani menjelaskan, keputusan untuk menutup sementara dan mencabut kewenangan SPPG berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN). Selama belum ada pencabutan resmi atas penutupan tersebut, program MBG otomatis dihentikan sementara untuk sekolah yang menjadi korban.

Sebanyak 11 sekolah yang siswanya terdampak keracunan dan kini tidak menerima MBG, antara lain:

  • Kecamatan Cipongkor: SMK Karya Perjuangan, SMK Pembangunan, MI 3 Cipongkor, MI Mulyadarma, SDN 1 Cipongkor, MI Syahida, MTS Syahida, MA Syahida, MTS Mana’arul Huda, dan SMK Babakan Gunkar.

  • Kecamatan Cihampelas: SMKN 1 Cihampelas.

Upaya Pencegahan dan Koordinasi Lintas Sektor

Untuk mencegah terulangnya kejadian keracunan serupa, Pemerintah Kecamatan Cipongkor telah melakukan berbagai upaya, termasuk menggelar rapat koordinasi (rakor) pelaksanaan MBG yang melibatkan banyak unsur terkait.

Rakor tersebut dihadiri oleh Forkompimcam Cipongkor, Dinas Kesehatan KBB, Dinas Pendidikan KBB, serta perwakilan dari Puskesmas, Kepala Desa, Yayasan Mitra SPPG, dan seluruh Kepala Sekolah se-wilayah Kecamatan Cipongkor.

“Hari ini digelar rakor, membahas soal pelaksanaan MBG di Cipongkor. Tujuannya agar kasus keracunan jangan sampai terulang kembali,” tegas Dani Ramdani. Rakor ini fokus memastikan standar sanitasi dan kualitas pangan dalam program MBG.

Meskipun program dihentikan, Dani Ramdani mengaku hingga kini pihaknya belum menerima pengaduan atau penolakan resmi baik dari orangtua, siswa, maupun pihak sekolah terhadap keberadaan program MBG itu sendiri.

Pihak berwenang diharapkan dapat segera melakukan asesmen ulang terhadap SPPG agar program Makan Bergizi Gratis yang sangat dibutuhkan para pelajar ini dapat dilanjutkan kembali dengan jaminan kualitas dan keamanan pangan yang lebih baik.