Kabupaten Bandung Barat Lakukan Penguatan Satu Desa, Satu Bank Sampah

KabarSunda.com- Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung Barat, diwakili oleh Eni Bohon Ade Zakir, Staf Ahli II TP-PKK KBB, membuka workshop pelatihan pemilahan pengelolaan persampahan di tingkat kewilayahan, di Narima Resort Hotel,  Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Dalam sambutannya, Syahnaz Sadiqah selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung Barat, yang dibacakan oleh Eni Bohon Ade Zakir selaku Staf Ahli II TP-PKK KBB, menyampaikan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab semua warga.

“Melalui 10 program pokok PKK, kita memiliki peran strategis dalam mendorong perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk pengelolaan sampah mulai dari sumbernya, yaitu rumah tangga,” ujar Syahnaz.

Syahnaz menyampaikan kegiatan pelatihan ini menjadi sangat penting, karena:

  • Pemilahan sampah adalah langkah awal yang menentukan keberhasilan pengelolaan sampah secara keseluruhan.
  • Memilah sampah organik, anorganik, dan residu, kita dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.
  • Melalui pemilahan, kita juga membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi sesuatu yang lebih bernilai, seperti kompos, kerajinan, atau bahan daur ulang.
  • Hal yang tak kalah penting, kebiasaan ini akan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk keluarga kita.

Lebih lanjut Syahnaz menyampaikan harapannya melalui pelatihan ini, para kader dan peserta diharapkan:

  • Dapat memahami teknik pemilahan yang baik dan benar.
  • Mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan rumah, RT, RW, dan desa.
  • Dapat menularkan pengetahuan ini kepada masyarakat secara lebih luas.

Syahnaz menyampaikan, dari TP PKK Kabupaten Bandung Barat berkomitmen untuk terus mendukung program-program pengelolaan lingkungan, bekerja sama dengan pemerintah daerah, dinas terkait, dan masyarakat.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan bandung barat yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” harap Syahnaz.

Sebelumnya Kepala Bidang Kebersihan sekaligus selaku Plt Sekdis DLH Kabupaten Bandung Barat, Dra Didit Lidia MSi, menyampaikan permasalahan sampah di KBB merupakan tantangan serius yang memerlukan perhatian dan kolaborasi dari semua pihak, tidak bisa diselesikan dengan hanya membangun infrastruktur saja.

“Kunci keberhasilan sesungguhnya berada pada perubahan perilaku, penguatan komunitas, serta komitmen kita dalam mengelola sampah dari sumber nya, dari rumah, dari RT, dari RW, dari Desa dan sampai kecamatan,” ujar Didit.

Selanjutnya Didit menyampaikan program 1 Desa 1 Bank Sampah ini, dirancang untuk mengelola sampah berbasisi komunitas. Melalui kegiatan ini, diharapkan Bank Sampah memiliki kelembagaan yang mampu memilah sampah secara mandiri.

“Kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pegiat persampahan, bank sampah, TPS3R, ibu-ibu penggerak PKK Desa maupun Kecamatan, yang selama ini menjadi garda terdepan,” tambah Didit.

Irfan Arfianto, SE, MM selaku Pejabat Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan DLH KBB, menyampaikan laporan pelaksanaan Sosialisasi Workshop Pelatihan Pemilahan Pengelolaan Persampahan di Tingkat Kewilayahan (Kecamatan, Desa, RT dan RW), tujuan Sosialisasi dan Workshop ini bertujuan untuk:
  • Memberikan pemahaman mendalam kepada peserta tentang pentingnya pengelolaan sampah.
  • Mendorong pemilahan sampah dari sumbernya (tingkat kewilayahan/desa) agar dapat dikelola secara optimal.
  • Mengorganisir peran peserta pegiat persampahan dan bank sampah untuk memilah dan mengelola sampah secara berkelanjutan di tingkat kewilayahan.
  • Memperkenalkan teknik-teknik praktis pengolahan sampah, seperti pengomposan, biokonversi maggot, dan daur ulang.

Irfan menambahkan, kegiatan berlangsung selama dua hari diikuti oleh sekitar 350 orang peserta dari pegiat persampahan, bank sampah, pegiat magot/organik, TPS3R, ibu-ibu penggerak PKK Desa maupun Kecamatan,

Irfan menyampaikan bahwa materi selama dua hari tersebut antara lain:

  • Pemaparan kebijakan pengelolaan sampah dari sumber.
  • Pelatihan teknis pemilahan dan pengolahan sampah.
  • Pengenalan dan pembentukan Bank Sampah Unit.
  • Pengenalan praktik pengolahan sampah organik menggunakan maggot.
  • Peneguhan komitmen bersama menyelesaikan sampah dari sumber.