Paket Komplet Pra Musim Ala Piala Presiden 2026

 

KabarSunda- Piala Presiden 2026 memasuki fase akhir. Dua kekuatan sepak bola di Indonesia, yakni Persib Bandung dan Persebaya Surabaya saling berebut menjadi kampiun turnamen pra musim ini.

Persib Bandung melaju ke final setelah mengalahkan Persija Jakarta 2-1. Sedangkan Persebaya Surabaya berhasil mengandaskan perlawanan Arema Malang 1-0.

Lazimnya menjelang bergulirnya musim kompetisi 2026-207 setiap tim mulai memanaskan mesin. Uji coba demi uji coba dilakukan demi menyusun kekuatan dengan komposisi pelatih maupun pemain baru.

Di Indonesia Piala Presiden bisa disebut sebagai ajang uji coba pra musim yang paling bergengsi dan komplet. Bisa dibilang paket komplet pra musim sepak bola ada di Piala Presiden. Ya prestasi, hiburan hingga menggerakkan perekonomian masyarakat.

Delapan tim yang bertanding di Piala Indonesia beruntung diberi kesempatan menguji kesiapan tim sebelum memasuki kompetisi yang sebenarnya.

“Bagi pemain, ini kesempatan menambah jam terbang, meningkatkan performa. Siapa tahu bisa dipanggil timnas karena pasti coach timnas ikut menonton,” kata kiper Persebaya Surabaya, Ernando Ari Sutaryadi, kala konperensi pers jelang Piala Presiden di Jakarta beberapa waktu lalu.

Hadiah fantastis Rp 8 miliar tentu saja merupakan bonus tersendiri di pra musim bagi tim peserta. Tidak heran bila kemudian setiap tim menurunkan komposisi pemain terbaik.

Meski diramu dengan peman-pemain muda yang belum punya nama dan jam terbang, nyatanya setiap tim tidak main-main menentukan starting eleven supaya bisa berprestasi di Piala Presiden 2026.

Setiap  laga mulai dari fase grup hingga semi final selalu menjanjikan keseruan. Adu teknik, adu taktik tim menjadikan pertandingan di Piala Presiden 2026 sangat menghibur. Tidak kalah dengan pertandingan di kompetisi yang sebenarnya.

“Penasaran ingin lihat pemain-pemain baru Persib Bandung,” ujar Asep, bobotoh asal Ujung Berung, yang ditemui di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Bandung, menjelang laga Persib Bandung melawan Tampines Rovers Singapura, Selasa, 28 Juli 2026.

Tak hanya bobotoh, pertandingan di Stadiun Si Jalak Harupat pun ikut ditonton oleh suporter tim tamu. Aremania suporter Arema Malang, misalnya, yang selalu menyempatkan diri menonton langsung.

Menariknya, suporter tamu ini bisa menonton dengan tenang, nyaman, dan aman, tanpa gangguan.

Menurut Ketua Steering Commite Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, rata-rata pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat Soreang ditonton secara langsung oleh lebih dari 23 ribu orang.

“Kalau yang di Gelora Bung Tomo Surabaya sekitar 30 ribu penonton. Terutama saat Persebaya melawan Persija,” imbuh Maruarar.

Bagaimana dengan penonton di televisi? Maruarar pun menjawab antusiasme penonton di televisi sangat  tinggi. Ini terlihat dari meningkatnya rating dan tv share (TVS) Piala Presiden tahun ini.

Rating Piala Presiden 2026 sebesar 4,3% dan TVS sebesar 29,3 persen.

“Kalau  di Piala Presiden 2025 yang ratingnya 4 persen dan TV 41,2 persen,” jelas Maruarar.

Tingginya animo masyarakat ini di satu sisi membuat panitia kebanjiran sponsor.

Tercatat nilai sponsor sekitar Rp 100 miliar, yang ditegaskan oleh Maruarar tidak ada sepeser pun yang berasal dari APBN maupun BUMN.

Antusiasme ini juga memberikan dampak positif bagi UMKM yang berjualan di stadion.

Ada  sekitar 60 UKM yang berjualan di Stadion Si Jalak Harupat Soreang dan 80 UMKM di Gelora Bung Tomo Surabaya yang kesemuanya, diklaim Maruarar, difasilitasi tempat secara gratis.

Dan, UMKM pun sumringah selama perhelatan Piala Presiden 2026.

“Pasti senang. Alhamdulillah dagangan selalu habis sebelum pertandingan selesai,” kata Titin salah satu UMKM yang berpartisipasi di Stadion Si Jalak Harupat.

Menurut pengakuan Titin, ada peningkatan omzet dibandingkan hari biasa.

Ini dibenarkan oleh Ketua Organizing Comitte Piala Presiden 2026, Tsamara Amany yang menyebut total omzet UMKM selama fase grup mencapai Rp 1,3 miliar.

Sebagai paket komplet Piala Presiden tahun ini tetap meninggalkan catatan kecil yang perlu diperbaiki tahun depan.

Jeda fase grup ke semi final dan final yang berdekatan menuai kritik. Pelatih Bandung, Igor Tolic menyebut jeda istirahat tidak sesuai dengan aturan FIFA.

Aturan FIFA menyebut bagi pemain istirahat minimal 72 jam sebelum pertandingan berikutnya.

Aturan FIFA ini diperlukan supaya pemain memiliki waktu recovery yang cukup sehingga tidak berisiko terhadap kesehatan pemain. Tanpa waktu istirahat yang cukup, bisa mempengaruhi performa pemain di lapangan.

Sementara pemain dituntut perform yang baik di lapangan.

“Saya wajib melindungi kesehatan pemain,” tegas Igor Tolic dalam ko.  Catatan itulah yang perlu diperbaiki tahun depan.

Menurutnya Piala Presiden tahun ini pelaksanaannya lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, perbaikan perlu dilakukan supaya tahun depan Piala Presiden semakin baik kualitasnya.

Terlebih Piala Presiden ini merupakan amanah Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan persepakbolaan nasional secara merata dan menyeluruh di seluruh Indonesia.     (Ma’mun Aliah Malik)