Proyek Strategis Pemkot Bandung: Rehabilitasi Drainase di 10 Titik Krusial Digenjot dengan Anggaran Rp34,5 M

KabarSunda.com-  Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menunjukkan komitmen serius dalam mengatasi persoalan banjir dan genangan air yang kerap melanda sejumlah kawasan.

Melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), tahun ini digelontorkan anggaran sebesar Rp34,53 miliar yang difokuskan untuk perbaikan dan pembangunan sistem drainase.

Kepala Bidang Drainase dan Trotoar DSDABM Kota Bandung, Kiki Rosani Rifqi, menjelaskan bahwa program rehabilitasi dan pembangunan drainase difokuskan pada wilayah yang sering mengalami genangan air serta area yang memiliki penurunan kapasitas saluran.

“Kami berupaya memastikan seluruh saluran air di Kota Bandung dapat berfungsi dengan baik dan terintegrasi. Saat ini panjang drainase yang beroperasi secara optimal mencapai 282.349 meter,” kata Kiki pada Jumat, 10 Oktober 2025.

Target dan Realisasi Pembangunan Drainase 2025

DSDABM telah menetapkan target yang ambisius untuk tahun 2025 dengan dukungan anggaran Rp34,53 miliar. Dana tersebut diarahkan untuk menciptakan sistem drainase yang lebih tahan terhadap curah hujan tinggi dan perubahan pola cuaca ekstrem.

  • Rehabilitasi Drainase: Dari target sepanjang 14.657 meter, realisasi yang telah dicapai saat ini adalah 10.101,6 meter.

  • Pembangunan Drainase Baru: Dari target 3.928 meter, DSDABM telah berhasil membangun drainase sepanjang 1.606 meter.

Lokasi Prioritas Penanganan Banjir

Menurut Kiki, penentuan lokasi perbaikan didasarkan pada data area yang sering mengalami genangan dan yang membutuhkan peningkatan kapasitas saluran air.

Beberapa lokasi prioritas yang menjadi fokus utama rehabilitasi dan pembangunan DSDABM di antaranya ialah:

  • Jalan Pacuan Kuda

  • Jalan Arcamanik Endah

  • Jalan Sukapura

  • Jalan Terusan Jakarta

  • Jalan Golf Raya

  • Jalan Panghegar

  • Jalan Cingised

  • Jalan Leuwipanjang

  • Jalan Ir. H. Djuanda

  • Jalan Siliwangi

Partisipasi Masyarakat Kunci Keberhasilan

Meskipun pembangunan infrastruktur digenjot, DSDABM menyadari bahwa upaya pemerintah saja tidak cukup untuk menjamin Kota Bandung bebas banjir.

Partisipasi aktif masyarakat memegang peran yang sangat penting dalam menjaga kelancaran aliran air.

Oleh karena itu, Kiki Rosani Rifqi meminta masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran drainase atau sungai. Kebiasaan buruk ini menjadi salah satu penyebab utama genangan air di Kota Bandung.

“Kami mohon dukungan warga untuk tidak membuang sampah ke saluran air. Kebersihan drainase bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Selama proses pembangunan dan rehabilitasi berlangsung, DSDABM menyampaikan permohonan maaf atas segala ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan oleh warga. Diharapkan, penataan saluran air ini dapat secara signifikan mengurangi risiko genangan air, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di Kota Bandung.