KabarSunda.com- Meski cuaca panas masih terasa di berbagai wilayah Indonesia pada pagi hingga siang hari, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan.
Dalam keterangan resmi yang dirilis Kamis (16 Oktober 2025), BMKG memprakirakan potensi hujan lebat dan angin kencang dapat berlangsung hingga 23 Oktober 2025, seiring dengan dinamika atmosfer yang masih sangat aktif di wilayah Indonesia.
BMKG menjelaskan, peningkatan potensi hujan di Indonesia saat ini dipengaruhi oleh kombinasi fenomena atmosfer berskala global, regional, dan lokal.
Pada skala global, Dipole Mode Index (DMI) menunjukkan nilai negatif sebesar -1.39, yang menandakan peningkatan suplai uap air dari Samudra Hindia menuju wilayah Indonesia bagian barat.
Kondisi tersebut mendukung pembentukan awan hujan, terutama di kawasan barat Sumatera dan sekitarnya.
Selain itu, aktivitas Gelombang Rossby Ekuator terpantau aktif di Laut Andaman, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Laut Flores, dan Laut Arafura.
Gelombang ini berperan dalam meningkatkan pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan.
Sementara Gelombang Kelvin juga berpropagasi ke arah timur dan aktif di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Selat Malaka, Laut Natuna Utara, hingga Kalimantan Utara.
BMKG mencatat aktivitas gelombang atmosfer tersebut turut memperkuat potensi hujan di wilayah barat dan utara Indonesia.
Tidak hanya itu, keberadaan Bibit Siklon Tropis 96W di Samudra Pasifik timur Filipina juga menciptakan daerah konfluensi dan konvergensi yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di kawasan Maluku dan Papua.
Wilayah Potensi Hujan Lebat
BMKG membagi prakiraan cuaca menjadi dua periode utama, yakni 17-19 Oktober dan 19-23 Oktober 2025.
Periode 17–19 Oktober 2025
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan.
Namun, BMKG memperingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah berikut:
- Aceh
- Sumatera Barat
- Riau
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Bengkulu
- Lampung
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
- DI Yogyakarta
- Jawa Timur
- NTB
- NTT
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Selatan
- Maluku
- Papua
BMKG juga memprakirakan potensi hujan lebat hingga sangat lebat untuk wilayah:
- Sumatera Utara
- Kepulauan Bangka Belitung
- Jawa Tengah
- Kalimantan Barat
- Sulawesi Barat
- Papua Tengah
Selain hujan lebat, angin kencang berpotensi terjadi di Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua Selatan.
Periode 19–23 Oktober 2025
Kondisi hujan ringan hingga sedang masih akan berlanjut di sebagian besar wilayah Indonesia. Namun, beberapa daerah kembali masuk dalam kategori Siaga hujan lebat yaitu:
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Sulawesi Barat
Sedangkan potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, NTT, dan Papua Selatan.
BMKG menegaskan dinamika atmosfer yang labil dapat menimbulkan cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat disertai kilat, angin kencang, hingga gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan, dan tanah longsor, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi dan sistem drainase yang tidak optimal.
BMKG juga mengamati adanya sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh, Samudra Hindia barat Sumatera Barat, dan Laut Natuna Utara.
Sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi, yang meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah sekitarnya.
Daerah konvergensi juga diprediksi terbentuk di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, NTT, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Kondisi atmosfer yang tidak stabil ini memperkuat potensi hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.
BMKG mengatakan periode hingga 23 Oktober 2025 masih menjadi fase transisi dari kemarau ke musim hujan, sehingga perubahan cuaca bisa terjadi dengan cepat.
Meski cuaca panas masih mendominasi pagi hingga siang hari, potensi hujan lebat pada sore hingga malam hari tetap tinggi di banyak wilayah.
Masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan, terutama terhadap risiko bencana hidrometeorologi, sambil tetap memperhatikan prakiraan cuaca harian yang diumumkan secara resmi oleh BMKG.











