Waspada! Campak Masih Mengintai, Ini Pesan Dokter Spesialis RS UI

Penyakit Campak yang menyerang anak-anak. (Foto: dokumentasi narasumber/ ilustrasi).

KabarSunda.com- Masyarakat Indonesia khususnya Kota Depok harus terus meningkatkan kewaspadaan terhadap Campak atau Measles.

Karena penyakit infeksi ini sangat tinggi tingkat penularannya dan berisiko komplikasi serius, terutama pada anak-anak dan individu daya tahan tubuh rendah.

Berdasarkan data global dari WHO dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), campak termasuk salah satu penyakit dengan tingkat penularan tertinggi di dunia.

Di Indonesia sendiri, kasus campak masih ditemukan setiap tahun.

Kemudian data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan puluhan ribu kasus suspek campak terjadi sepanjang tahun 2025 dan hingga awal 2026.

Menurut salah satu dokter spesialis RS Universitas Indonesia (UI), dr. Shofa Nisrina Luthfiyani, Sp.A, penularan campak terjadi melalui percikan saluran pernapasan (droplet) saat penderita batuk atau bersin.

Virus ini juga dapat bertahan di udara maupun pada permukaan benda dalam waktu tertentu, sehingga meningkatkan risiko penularan.

“Campak umumnya diawali dengan gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah. Dalam beberapa hari, akan muncul ruam kemerahan yang dimulai dari wajah, telinga dan menyebar ke seluruh tubuh.

Tanda khas lainnya adalah munculnya bercak putih di dalam mulut atau bercak Koplik,” jelasnya dalam rilis yang diterima berita.depok.go.id, Kamis (30/04/26).

Campak rentan menyerang anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi, orang dewasa yang belum pernah divaksin, serta individu dengan sistem imun yang lemah.

Jika tidak ditangani dengan baik, campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare, infeksi telinga, hingga radang otak (ensefalitis).

“Upaya pencegahan paling efektif adalah melalui imunisasi MMR (Measles, Mumps, Rubella),” tegas dr. Shofa.

Guna menghindari penularan Campak, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker saat sakit, menghindari kontak dengan penderita, serta menjaga daya tahan tubuh.

Masyarakat juga diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam tinggi lebih dari tiga hari, ruam yang menyebar luas, sesak napas, atau penurunan kesadaran.

“Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius,” paparnya.

Sebagai informasi, RS Universitas Indonesia menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan penyakit infeksi, termasuk campak, dengan dukungan tenaga medis profesional serta fasilitas diagnostik yang memadai.

“Melalui peningkatan kesadaran masyarakat, imunisasi yang optimal, serta deteksi dini, diharapkan penyebaran campak dapat dikendalikan dan risiko komplikasi dapat diminimalkan,” tandas dr. Shofa.