Dedi Mulyadi Tegaskan Jalan Depan Gedung Sate Tidak Ditutup pada 30 April 2026

KabarSunda.com- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan bahwa Jalan Diponegoro (depan Gedung Sate), Kota Bandung, tidak akan ditutup besok, Kamis, 30 April 2026.

Jalan Diponegoro adalah jalan raya yang memisahkan antara kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu.

Kabar penutupan Jalan Diponegoro bermula dari adanya rencana revitalisasi kedua kawasan tersebut dengan menutup jalan untuk kendaraan.

Spanduk pemberitahuan penutupan jalan pun terpasang di area tersebut. Dalam spanduk tertulis, jalan ditutup mulai 30 April sampai 7 Agustus 2026.

Menanggapi kabar ini, Dedi Mulyadi memastikan bahwa tidak ada penutupan jalan sebagaimana tertulis dalam spanduk tersebut.

“Warga Bandung yang saya cintai, Jalan Diponegoro tidak akan ada penutupan,” tegas Dedi Mulyadi dalam videonya, Rabu (29 April 2026) malam.

Pria yang akrab disapa KDM itu menjelaskan, spanduk pemberitahuan penutupan jalan tersebut tidak memiliki persetujuan dari pihaknya.

“Pemasangan plang yang mengatakan (Jalan Diponegoro) ditutup sejak 30 April sampai 7 Agustus 2026, dinyatakan tidak berlaku karena pemasangan tanpa persetujuan Gubernur,” jelas Dedi Mulyadi.

Mantan Bupati Purwakarta itu pun berharap warga Kota Bandung bisa beraktivitas seperti biasa beriringan dengan pembangunan revitalisasi kawasan Gedung Sate-Lapangan Gasibu.

“Semoga dalam setiap waktu bisa beraktivitas sebagaimana biasa, bisa menjaga kebersihan dan keindahan Kota Bandung, yang merupakan kota kebanggaan kita semua,” tutur Dedi Mulyadi.

“Semoga penataan halaman Gedung Sate berjalan dengan aman, lancar, dan tepat waktu. Hatur nuhun,” tutupnya.

Pemprov Jabar Minta Maaf

Sebelumnya, Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Jawa Barat, Sekarwati, juga telah memastikan tidak ada penutupan Jalan Diponegoro, Kota Bandung pada Kamis 30 April 2026.

Hingga saat ini, aktivitas lalu lintas di kawasan Jalan Diponegoro masih berjalan normal, dari kedua arah.

“Kami klarifikasi, kalau Jalan Diponegoro tidak ditutup,” ujar Sekarwati, Rabu, 29 April 2026.

Sekarwati menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memang tengah menyiapkan penataan kawasan Gedung Sate, termasuk rencana rekayasa lalu lintas di Jalan Diponegoro.

Rekayasa tersebut, kata dia, merupakan bagian dari rencana perluasan halaman Gedung Sate yang ke depan akan berdampak pada perubahan jalur lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.

“Memang tengah ada penataan halaman Gedung Sate, termasuk rekayasa lalu lintas Jalan Diponegoro. Namun untuk jalan masih dalam tahap persiapan dan akan disosialisasikan terlebih dahulu,” katanya.

Sekarwati memastikan, setiap perubahan lalu lintas tidak akan dilakukan secara mendadak. Pemerintah Provinsi akan menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat sebelum kebijakan diterapkan.

“Kalau sudah ada jadwal atau penerapan rekayasa lalu lintas, pasti akan diumumkan secara resmi,” ucapnya.

Pemprov Jawa Barat, kata dia, berkomitmen agar penataan kawasan Gedung Sate dapat berjalan optimal tanpa mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya kelancaran lalu lintas di pusat Kota Bandung.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan, kami pastikan tidak ada penutupan Jalan Diponegoro,” katanya.