KabarSunda.com- Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober untuk mengenang perjuangan besar para santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Peringatan Hari Santri 2025 bukan hanya momentum keagamaan, tetapi juga pengingat bahwa semangat santri, dengan keikhlasan dan nasionalismenya masih menjadi kekuatan moral bangsa hingga kini.
Asal usul sejarah Hari Santri Nasional
Melansir dari buku Detik-Detik Penetapan Hari Santri (2021) karya Ahmad Zayadi, sejarah Hari Santri Nasional berakar pada perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia setelah Proklamasi 17 Agustus 1945.
Kala itu, pasukan Belanda yang beroperasi di bawah Netherlands Indies Civil Administration (NICA) berusaha kembali menjajah Indonesia.
Situasi di Surabaya semakin genting setelah insiden penyobekan bendera Belanda di Hotel Yamato pada 19 September 1945.
Melihat kondisi ini, KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), mengumpulkan para kiai dari berbagai daerah di Jawa dan Madura untuk merumuskan langkah perlawanan.
Pertemuan itu melahirkan Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama pada 22 Oktober 1945.
Isi resolusi tersebut menegaskan bahwa membela tanah air dari penjajah adalah kewajiban agama bagi setiap muslim.
Seruan ini membakar semangat santri dan rakyat untuk melawan penjajah.
Puncaknya terjadi dalam Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional.
Dari sinilah, peran santri dan ulama tercatat dalam sejarah sebagai kekuatan moral dan spiritual bangsa.
Dari usulan santri hingga penetapan nasional
Semangat 22 Oktober terus hidup hingga akhirnya muncul usulan untuk menjadikannya sebagai hari nasional.
Pada tahun 2014, sekelompok santri dari Pondok Pesantren Babussalam, Malang, mengajukan ide agar pemerintah menetapkan satu hari khusus untuk mengenang jasa para santri.
Usulan tersebut didukung oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang kemudian mengusulkan tanggal 22 Oktober sebagai hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.
Akhirnya, pada 22 Oktober 2015, Presiden Joko Widodo menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri Nasional.
Penetapan dilakukan secara resmi di Masjid Istiqlal, Jakarta, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi santri terhadap bangsa dan negara.
Sejak saat itu, Hari Santri dirayakan setiap tahun di berbagai pesantren, sekolah, dan instansi pemerintah.
Meski begitu, Hari Santri 2025 bukan tanggal merah dan tidak termasuk hari libur nasional, sehingga kegiatan belajar dan bekerja tetap berjalan seperti biasa.
Tema Hari Santri Nasional 2025
Melansir dari Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 04 Tahun 2025 Tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2025, tahun ini, tema Hari Santri 2025 yang ditetapkan oleh Kementerian Agama adalah “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.”
Tema ini menegaskan dua peran penting santri:
- “Mengawal Indonesia Merdeka” mencerminkan tanggung jawab santri sebagai penjaga moral, spiritual, dan ideologis bangsa. Mereka berperan aktif menjaga semangat kemerdekaan yang telah diraih.
- “Menuju Peradaban Dunia” menunjukkan visi global kaum santri untuk membawa nilai-nilai Islam yang damai dan berkeadilan ke tingkat internasional.
Dengan tema tersebut, makna Hari Santri Nasional 2025 menjadi semakin luas, bukan hanya mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga menegaskan kontribusi santri di tengah tantangan dunia modern.
Logo Hari Santri 2025
Logo resmi Hari Santri 2025 diberi nama “Pita Cakrawala.”
Desain ini bukan sekadar simbol, melainkan cerminan dari perjalanan panjang santri dari masa perjuangan hingga era digital.
Logo berbentuk pita yang melengkung naik menggambarkan semangat perjuangan tanpa henti dan pandangan jauh ke depan menuju peradaban dunia.
Enam warna yang digunakan, yakni hijau, oranye, biru, magenta, kuning, dan ungu. Masing-masing memiliki makna mendalam:
- Hijau: melambangkan iman dan kedamaian.
- Oranye: semangat dan perjuangan.
- Biru: ilmu pengetahuan dan ketenangan.
- Magenta: keberanian dan kreativitas.
- Kuning: kebijaksanaan dan keceriaan.
- Ungu: spiritualitas dan keikhlasan.
Pita yang menyatu dengan cakrawala melambangkan harmoni antara keberagaman, kebangsaan, dan cita-cita luhur santri menuju kemajuan bangsa.
Hari Santri Nasional 2025 membawa pesan kuat bahwa perjuangan santri belum berakhir.
Dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia” dan simbol Pita Cakrawala, peringatan tahun ini menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen santri terhadap kemerdekaan, moralitas, dan kemanusiaan.











