Wakil Mendagri Bima Arya Buka Pentaloka Nasional ADINKES

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, membuka secara resmi Pentaloka Nasional yang dilaksanakan ADINKES di Lorin Hotel, Solo, Jawa Tengah, Selasa, 21 Oktober 2025.
KabarSunda.com– Wakil Menteri Dalam Negeri Dr Bima Arya Sugiarto SIP MA, membuka secara resmi Pentaloka Nasional yang dilaksanakan Asosisasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES), dengan tema Layanan Primer Kuat, Indonesia Sehat, di Lorin Hotel, Solo, Jawa Tengah, Selasa, 21 Oktober 2025.
Pertemuan dihadiri oleh jajaran Kementerian Kesehatan, Sekretaris Daerah Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan, serta para tenaga ahli pendamping desa se-Indonesia.
Pentaloka ini membahas Program AIDS Tuberkulosis, Malaria (ATM), Makan Bergizi Gratis (MBG), Stunting, Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Hipertensi,  Kanker Serviks, Manajemen Risiko Dinkes & Puskesmas.
Pentaloka dilaksanakan oleh ADINKES bersama Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri, sekaligus dalam  rangka Monitoring dan Evaluasi Program RSSH GF ATM, dengan mendiseminasikan hasil evaluasi, memperkuat integrasi ATM dalam perencanaan dan penganggaran daerah, serta menyepakati langkah bersama menuju ending AIDS, TBC, dan Malaria pada 2030.
Bima Arya dalam sambutannya mengajak bersama-sama mengawal Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Saya sepakat untuk urusan Sertifikat Laik Hygiene dan Sanitasi (SLHS) ini bukan percepatan, tapi memastikan tetap sesuai prosedur dan akhirnya semua SPPG memenuhi standar. Halal-nya, higyenis, sanitasi. Ini bukan berarti percepatan, itu dilewat, tidak… ketika kepala daerah dimintai untuk permudah perizinan, bukan berarti semuanya di bypass,” kata Bima Arya.
Selanjutnya Bima Arya mengatakan tentang situasi tuberkulosis, bahwa Indonesia saat ini kematian tertinggi nomor dua di dunia, harus berkolaborasi kepala daerah dengan semua stakeholders untuk bisa melakukan langkah-langkah seperti saat penanganan Covid-19.
“Sudah ada protapnya bagaimana kemudian melacak, melakukan tracing, kemudian intervensi seperti apa baik yang positif atau negatif. Tolong kepala daerah-nya diingatkan betul, karena tidak semua update tentang tuberkulosis,” ujar Bima Arya.