KabarSunda.com- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat mengabarkan jumlah korban dugaan keracunan sajian Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Lembang, sampai sore ini bertambah jadi 199 siswa.
Para siswa ini menyantap MBG dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibodas 2, Kecamatan Lembang.
Korban kini dirawat di RSUD Lembang yang menjadi rumah sakit rujukan utama. Mereka datang dengan gejala mual, pusing, dan sesak napas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kadinkes KBB Lia N Sukandar mengatakan, hingga Rabu sore ini sebanyak 121 siswa sudah masuk RSUD Lembang.
“Saat ini korban di jam setengah 2 ada 199 orang. Gejalanya seperti sebelumnya, mual, pusing, dan ada sesak,” kata Lia ditemui di RSUD Lembang, Rabu, 29 Oktober 2025.
Dinkes KBB telah mengamblil sampel makanan yang dikonsumsi para siswa dan mengirimnya ke Laboratorium Kesehatan untuk diperiksa.
“Seperti kejadian sebelumnya di Cipongkor, kami ambil sampel makanan dan kirim ke Labkesmas. Biasanya hasilnya keluar satu minggu,” terangnya.
Lia menyebut, pihaknya belum memastikan sumber penyebab keracunan hingga hasil laboratorium kelaur.
Namun, ia memastikan semua korban mendapat penanganan agar tidak terjadi kasus fatal.
“Kami fokus pada penanganan korban supaya tidak jatuh pada keracunan kronis atau kematian,” terangnya.
Sementara itu, ihwal program MBG akan dihentikan sementara, Lia menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan kewenangan Dinkes.
“Program itu kewenangan BGN. Kami dari Dinas Kesehatan hanya menjalankan fungsi penanganan medis,” terangnya.
Menurutnya, kejadian dugaan keracunan seperti ini bukan pertama kali terjadi. Ia mencatat, sudah lebih dari lima insiden serupa terjadi di beberapa kecamatan di Bandung Barat.
“Sejak kasus pertama di Cipongkor, kami terus berkoordinasi dan melakukan monitoring lewat tim kesehatan lingkungan (kesling) di puskesmas,” pungkasnya.
Dinkes KBB bersama Puskesmas setempat kini terus melakukan evaluasi dan percepatan program sertifikasi laik higiene dan sanitasi (SLHS) hingga 21 Oktober untuk mencegah kasus serupa terulang.













