KabarSunda.com- Kabel yang menggelantung bakal tidak terlihat lagi di Kota Bandung.
Di kawasan Buahbatu, deru mesin dan suara pekerja menandai babak baru penataan infrastruktur digital.
Tak sekadar proyek estetika kota, pemotongan kabel udara di ruas jalan ini menjadi simbol langkah awal menuju sistem jaringan nasional terpadu.
Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Pusat, Jerry Siregar, menyebut penataan di Buahbatu sebagai tonggak penting.
Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung, proyek ini menjadi percontohan untuk 40 kota di Indonesia. Dari Buahbatu, cita-cita besar untuk menjadikan Indonesia bebas kabel udara mulai diwujudkan.
Rencananya, jaringan sepanjang 3,4 kilometer di ruas Jalan Buahbatu akan ditanam di bawah tanah. Ada 18 operator yang selama ini berbagi ruang di tiang-tiang jalan, kini dikonsolidasikan dalam satu sistem ducting.
Di bawah permukaan, pipa-pipa HDPE berlapis menjadi jalur baru bagi arus data dan komunikasi yang lebih aman dan efisien.
Bagi Jerry, langkah ini bukan sekadar menurunkan kabel, tetapi membangun tatanan baru infrastruktur digital. Standar nasional tengah dirumuskan agar setiap kota memiliki sistem seragam: tiang bersama dengan kapasitas hingga 40 kabel, serta ducting dengan 20–30 pipa untuk jaringan fiber optik. Model ini diklaim lebih tertib, ramah lingkungan, dan menghemat biaya perawatan.
Penataan ini juga menjadi jawaban atas kekhawatiran publik terhadap bahaya korsleting dan gangguan jaringan akibat kabel menumpuk.
Lebih jauh lagi, proyek ini membuka jalan menuju integrasi digital antarinstansi, termasuk rencana besar menghubungkan seluruh Puskesmas secara nasional melalui jaringan fiber yang stabil.
Kota Bandung menjadi pelopor karena berani memulai dari wilayah padat seperti Buahbatu—daerah yang selama ini dikenal ramai dan dinamis. Di sinilah wajah baru kota dibentuk: bukan dengan merobohkan gedung, melainkan menata apa yang selama ini menggantung di udara.
Langkah ini sejalan dengan visi Wali Kota Bandung untuk memperindah tata ruang sekaligus memperkuat konektivitas digital. Bandung ingin menjadi kota yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga cerdas dalam infrastruktur.
Proyek di Buahbatu memang baru awal. Namun dari langkah kecil ini, jalan panjang menuju Indonesia yang bebas kabel kusut mulai terbuka. Sebuah bukti bahwa kemajuan digital juga bisa lahir dari keputusan sederhana: menata dari bawah, demi langit yang lebih bersih.











