Bupati Dony Ajak Kolab Najela Shihab ke Sumedang

Bupati Dony Ajak Kolab Najela Shihab ke Sumedang.Ist

KabarSunda.com- Najela Shihab,  pendidik dan pendiri Sekolah Cikal dan Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) diajak kolaborasi oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.

Ajakan kolaborasi itu setelah  gagasan-gagasan Najela dalam mengembangkan pendidikan pesantren di Indonesia yang berkarakter dan berdaya saing disampaikan dalam Konferensi Pendidikan Pesantren Kementerian Agama RI dan Majelis Masyaikh di Birawa Assembly Hall Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Bupati ingin Kolaborasi Penguatan Pendidikan Pesantren: Dari Jakarta untuk Indonesia, Menuju Sumedang. “Hari ini saya bersyukur dan berbahagia bisa menghadiri konferensi pendidikan pesantren di Indonesia, sekaligus bertemu dengan seseorang yang luar biasa, Mbak Najela Shihab.

Saya perhatikan betul paparan beliau bahwa kekhasan dan kekhususan pesantren harus jelas agar memberi kemanfaatan jangka panjang. Saya banyak belajar hari ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dony juga menyampaikan rencananya mengundang Najela Shihab ke Sumedang untuk menjadi narasumber dalam Reform Corner serta program Maghrib Mengaji Online.

“Saya akan mengajak Mbak Ella nanti ke Sumedang, ngisi Reform Corner untuk membuka mindset ASN kami, supaya terus menambah pengetahuan yang bisa jadi referensi dalam mengambil kebijakan,” kata Bupati Dony.

Sementara itu, Najela Shihab memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai inovasi yang dilakukan Pemkab Sumedang di bawah kepemimpinan Bupati Dony Ahmad Munir.

“Sumedang sudah jadi contohnya, Pak Dony. Saya banyak belajar dari praktik baik yang dilakukan di Sumedang, terutama dalam afirmasi terhadap pesantren. Itu masih langka di banyak daerah. Yang paling menarik adalah transparansi pemerintah Sumedang. Dashboard anggaran, penerimaan, hingga keterserapan dibuka untuk publik. Ini luar biasa dan jadi peluang besar untuk kolaborasi,” katanya.

Najela juga menilai bahwa kolaborasi yang dibangun Sumedang dengan berbagai pihak bukan hanya menjadi solusi atas persoalan, tetapi juga model inspiratif bagi daerah lain dalam mengelola tata kelola pemerintahan berbasis data dan transparansi.

Konferensi Pendidikan Pesantren sangat penting untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah terhadap pesantren sebagai salah satu pilar pendidikan nasional. Jika dikelola dengan baik, pesantren dapat menjadi motor penggerak kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.