WASPADA!! Kota Bandung Terancam Krisis Sampah Mulai Januari 2026

KabarSunda.com- Ribuan ton sampah berpotensi menumpuk mulai 11 Januari 2026, karena Kota Bandung akan kembali menghadapi krisis sampah imbas kuota pembuangan ke TPA Sarimukti kembali dikurangi.

Krisis sampah juga terjadi karena volume sampah di beberapa titik diprediksi meningkat dua kali lipat setelah perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), sehingga Pemkot Bandung mulai ancang-ancang untuk melakukan antisipasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto mengatakan, jika pihaknya tidak melakukan antisipasi, maka jumlah akumulasi tumpukan sampah dari Januari hingga 5 April 2025 diprediksi mencapai 4.500 ton.

“Kita gak boleh diam, harus ada upaya signifikan supaya di tanggal 5 April itu tidak terjadi. Maka mulai Januari kita harus mulai ngegas supaya tanggal 5 April tidak terjadi apa-apa,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jumat, 19 Desember 2025.

Seperti diketahui, produksi sampah di Kota Bandung mencapai 1.500 ton per hari, sedangkan saat ini kuota pembuangan ke TPA Sarimukti hanya 981 ton per hari, bahkan kuota itu dikabarkan akan kembali dikurangi mulai tahun 2026.

“Iya betul ada pengurangan lagi, tapi kita gak berani ngomong sebelum ada keputusan. Kalau nanti sudah ada ya kita bersiap,” kata Darto.

Dia mengatakan, peningkatan volume sampah tersebut diprediksi bakal terjadi di 17 titik ruas jalan, terutama di kawasan destinasi wisata dan tempat-tempat keramaian. Kondisi ini, bakal terjadi setelah perayaan Nataru.

“Natal dan Tahun Baru akan menambah volume sampah di beberapa titik, itu dua kali lipat. Pak wali sudah memerintahkan agar 17 titik ruas jalan pusat keramaian publik dijaga dengan baik, seperti Dago,” ucapnya.

Khusus untuk menangani tumpukan sampah di 17 titik itu, pihaknya akan menyiapkan ratusan petugas agar masalah tersebut bisa ditangani dengan baik.

“Untuk yang 17 ruas jalan itu, kita sudah siapkan 249 orang petugas yang akan menjaga. Ada yang dua shift dan ada juga yang tiga shift dalam sehari,” ujar Darto.

Selain itu, pihaknya juga sudah mempersiapkan sejumlah langkah, di antaranya pada Januari 2026 nanti akan merealisasikan untuk menyiapkan ribuan petugas pemilah dan pengolah sampah (gaslah).

“Sebanyak 1.597 petugas itu, nanti di bulan Januari akan melakukan eksekusi, karena mulai tanggal 10 Januari nanti itu sudah mulai ada penambahan volume sampah,” katanya.