KabarSunda.com- Panitia Lebaran Kukusan terus mematangkan langkah untuk membidik pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) pada 2027. Pawai rantangan pun menjadi andalan utama dalam upaya meraih rekor tersebut.
Optimisme ini muncul seiring suksesnya penyelenggaraan Lebaran Kukusan yang telah berlangsung sebanyak empat kali dan selalu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Ketua Panitia Lebaran Kukusan Depok, Rian Indra, mengatakan, progres menuju pemecahan rekor MURI telah dimulai sejak tahun ini, salah satunya melalui proses pendaftaran resmi ke pihak MURI.
“Pelaksanaan Lebaran Kukusan tahun ini menjadi pijakan penting karena sudah masuk tahap persiapan. Kami telah mendaftarkan Lebaran Kukusan ke MURI sebagai bagian dari upaya pemecahan rekor pawai rantangan terbanyak di Indonesia pada 2027,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Senin (13/04/26).
Ia menjelaskan, tradisi rantangan yang diangkat dalam Lebaran Kukusan bukan sekadar atraksi, tetapi memiliki nilai budaya yang kuat sebagai simbol berbagi dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, tingginya partisipasi warga menjadi modal utama untuk mencapai target tersebut. Ribuan masyarakat terlibat dalam pawai rantangan dan kegiatan makan bersama yang menjadi ciri khas Lebaran Kukusan.
“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Ini menunjukkan target pemecahan rekor MURI sangat realistis untuk dicapai,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rian menegaskan bahwa upaya pemecahan rekor ini juga sejalan dengan tujuan pelestarian budaya lokal. Nilai kebersamaan dan gotong royong terus dijaga melalui partisipasi swadaya masyarakat, termasuk berbagi makanan kepada sesama.
“Kami mohon dukungan dari semua pihak agar rencana pemecahan rekor MURI 2027 ini dapat terwujud sekaligus menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya di masyarakat,” tutupnya.











