Bupati Dony Ahmad Munir: Salat Subuh Berjamaah Simbol Kebangkitan

Bupati Dony dan Wabup Fajar Merasa Bersyukur Sumedang Aman, Damai dan Kondusif

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat Salat Subuh Berjamaah bersama Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila dan Unsur Forkofimda dan Jajaran Pejabat di Lingkungan Pemda Sumedang di Masjid Agung Sumedang.Dok-Diskominfosanditik Sumedang

KabarSunda.com- Salat Subuh merupakan simbol kebangkitan.  Barang siapa yang mampu melaksanakan Salat Subuh. Berarti dia siap untuk bangkit menjalankan kehidupannya.

“Orang yang kuat tidak hanya sebatas bisa bekerja keras. Tapi orang yang kuat mampu mengalahkan rasa malasnya, ketika azan Subuh berkumandang,”kata  Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat Salat Subuh Berjamaah bersama Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila dan Unsur Forkofimda dan Jajaran Pejabat di Lingkungan Pemda Sumedang di Masjid Agung Sumedang, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, sebuah Kabupaten akan senantiasa hidup. Ketika Salat Subuhnya hidup.  “Kabupaten apabila masjidnya ramai. Insyaallah masyarakatnya akan rukun, akan guyub. Ketika masyarakatnya rukun akan bersama-sama membangun kabupatennya,”kata Dony.

Bupati Dony menyebutkan, arti penting dari masjid yang hidup, Subuh yang ramai. Masyarakatnya akan rukun bersatu padu memajukan daerahnya.

“Marilah di Subuh ini. Bulatkan niat dan tekad untuk terus melakukan perubahan. Istiqomahkan kami untuk selalu senantiyasa bangun Subuh dan Salat Subuh Berjamaah. Mari kita mulai dengan niat yang baik untun tujuan yang baik,”ujarnya.

Dikatakan Bupati Dony, terlebih lagi Sumedang sedang melaksanakan  Hari Jadi ke-448  Sumedang.

“Mari bersama-sama untuk membulatkan niat dan tekad berikhitiar lahir dan batin untuk memajukan Sumedang ini. Terus bekerja keras, bekerja lebih cerdas, iklas dan sampai tuntas untuk membangun Sumedang ini,”ucapnya.

Bupati Dony merasa bersyukur Sumedang aman, damai dan kondusif.

“Layanan pendidikan masih berjalan dengan baik, layanan kesehatan, pertanian dan lainya. Ini berjalan karna aman dan damai. Tentunya berkat kerja keras semuanya seluruh pihak yang menjaganya. Bersyukur atas nikmat ini.  Walapun masih banyak kekurangan dan keterbatasan.  Berikan nasihat kritikan yang solutif,”ucapnya.

Dalam momentun HJS akan terus berintropeksi atas kelemahan dan kekurangan dan akan terus memperbaikinya.

“Memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Tapi tidak mengurangi rasa syukur atas nikmat dan capaian sampai hari ini. Ikhtiar batin untuk kemajuan Sumedang ini dengan Subuh Berjamaah dan doa bersama. Ini ikhtiar batin Sumedang menjadi Kabupaten Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,”pungkasnya