Bangun Generasi Sadar Hukum, Kemenkum Jabar Terima Kunjungan Stetsa Visit Masterclass 2026 SMAN 4 Malang

Kepala Bidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum, Ave Maria Sihombing, Kepala Unit Pengendalian Mutu SMAN 4 Malang, Syafiuddin Ramadhani, M.Kom,Dok-Humas Kemenkum Jabar

KabarSunda.com- Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Jawa Barat menerima kunjungan edukasi dalam acara bertajuk “Stetsa Visit Masterclass Tahun 2026” yang dihadiri oleh rombongan siswa dari SMA Negeri 4 Kota Malang pada Senin (04/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Soepomo ini menjadi sarana penting bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat mengenai tugas dan fungsi pelayanan hukum di tingkat wilayah.

Mewakili Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, sambutan pembukaan disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum, Ave Maria Sihombing.

Dalam kesempatan tersebut, Ave Maria menekankan dukungan penuh Kakanwil Asep Sutandar terhadap program edukasi hukum bagi generasi muda sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Rangkaian acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Unit Pengendalian Mutu SMAN 4 Malang, Syafiuddin Ramadhani, M.Kom, yang mengapresiasi keterbukaan Kemenkum Jabar dalam memberikan wawasan praktis kepada para siswa.

Sesuai dengan arahan pimpinan, kegiatan ini difokuskan pada pemberian materi substantif yang sangat relevan dengan kreativitas remaja di era digital, khususnya mengenai perlindungan karya dan status hukum badan usaha.

Sesi utama kegiatan diisi dengan pemaparan materi dan diskusi interaktif yang dipandu oleh para pakar di bidangnya.

Materi mengenai Pelayanan Publik Bidang Kekayaan Intelektual disampaikan oleh Dona Prawisuda, JFT Analis Kekayaan Intelektual Ahli Muda, yang menjelaskan pentingnya perlindungan hak cipta dan merek bagi inovator muda.

Sementara itu, pembahasan mengenai Administrasi Hukum Umum (AHU), termasuk prosedur kewarganegaraan dan pendirian badan usaha, dipaparkan secara lugas oleh Ave Maria Sihombing.

Melalui kegiatan ini, Kemenkum Jabar berharap para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga memahami implementasi layanan hukum yang dapat mendukung perkembangan potensi mereka di masa depan.