Nutri-Chain Antar Mahasiswa Vokasi UI Raih Bronze Award Internasional

Tiga mahasiswa Vokasi Universitas Indonesia (UI) meraih Bronze Award pada ajang KPM International SDGs Competition 2026 kategori Essay National Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 8–10 Mei 2026. Foto: Humas UI

KabarSunda.com- Mahasiswa Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) kembali menunjukkan tajinya di tingkat Internasional.

Tiga mahasiswa berhasil meraih Bronze Award pada ajang KPM International SDGs Competition 2026 kategori Essay National Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 8–10 Mei 2026.

Prestasi tersebut diraih melalui inovasi Nutri-Chain, sistem bank pangan digital yang dirancang untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan sekaligus membantu penanganan stunting di Indonesia.

Ajang tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menghadirkan gagasan inovatif yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Dalam kompetisi tersebut, tim yang bergelar ‘Dikejar Deadline’ ini terdiri atas Nafisah Nurhafizhah, Aura Aulia Azzahra, dan Farrel Ezra Julio Tampubolon dari Program Studi Administrasi Perkantoran Vokasi UI.

Mereka berhasil menghadirkan solusi berbasis teknologi yang menyoroti isu stunting dan food waste di Indonesia.

Nafisah Nurhafizah menyebut, berdasarkan urvei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional tercatat sebesar 19,8%.

Di sisi lain, laporan UNEP Food Waste Index Report 2024 menunjukkan Indonesia menghasilkan sekitar 14,73 juta ton limbah pangan rumah tangga setiap tahun.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim menilai bahwa persoalan utama tidak hanya terletak pada ketersediaan pangan, tetapi juga distribusi dan pengelolaan pangan yang belum optimal.

Melalui inovasi Nutri-Chain, donor pangan seperti UMKM, petani, maupun pelaku usaha dapat menyalurkan bahan pangan layak konsumsi melalui aplikasi digital.

Selanjutnya, bahan pangan tersebut disimpan pada cold storage berbasis sensor Internet of Things (IoT) untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan sebelum didistribusikan kepada masyarakat penerima manfaat.

“Melalui Nutri-Chain, kami ingin menghadirkan sistem distribusi pangan yang lebih tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan. Teknologi digunakan bukan hanya untuk efisiensi, tetapi juga untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh akses pangan bergizi dengan lebih mudah,” jelas Nafisah dalam rilis yang diterima berita.depok.go.id, Minggu (31/05/26).

Dalam proses distribusinya, kader posyandu melakukan pendataan keluarga penerima bantuan menggunakan sistem scoring yang kemudian divalidasi oleh RT/RW setempat.

Ia menjelaskan, penerima bantuan selanjutnya memperoleh Smart Nutri-Voucher berbasis QR Code yang dapat digunakan untuk mengambil pangan bergizi secara tepat sasaran.

Sistem tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus meminimalkan potensi penyalahgunaan bantuan pangan.

“Tidak hanya mengedepankan aspek teknologi, Nutri-Chain juga menggabungkan aspek sosial, kesehatan, dan ketahanan pangan dalam satu sistem berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam penyusunan esai, tim memanfaatkan berbagai data dan referensi, mulai dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), data Bappenas, hingga berbagai jurnal ilmiah terkait stunting, food loss, dan teknologi distribusi pangan.

Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan kontribusi mahasiswa vokasi dalam mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-Being), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production).

“Selain itu, keberhasilan tim juga tidak terlepas dari dukungan proses pembelajaran di kelas. Berbagai mata kuliah seperti Aplikasi Komputer, Sistem Informasi Manajemen, Organisasi Manajemen dan Bisnis, serta Hubungan Masyarakat dinilai memberikan kontribusi penting dalam proses penyusunan gagasan, pengolahan data, hingga pengembangan strategi komunikasi inovasi,” papar Nafisah.

Sementara itu, Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Dr. Safrin Arifin menyampaikan apresiasinya atas capaian yang diraih mahasiswa Vokasi UI tersebut.

Lanjutnya, Inovasi Nutri-Chain menunjukkan bagaimana mahasiswa mampu menghubungkan kompetensi yang dipelajari di perkuliahan dengan solusi nyata yang relevan terhadap tantangan global, khususnya isu stunting dan ketahanan pangan berkelanjutan.

“Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tandasnya.