KabarSunda.com- Di balik program bantuan sosial yang diterima masyarakat, terdapat peran penting para pendamping sosial yang hadir di tengah warga.
Dedikasi mereka mendapat apresiasi dari Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., yang mendorong SDM Program Keluarga Harapan (PKH) untuk terus memperkuat validitas data sosial sekaligus menyukseskan Program Sekolah Rakyat.
Pesan tersebut diutarakan, Bupati Dian pada acara Peningkatan Kapasitas ASN Direktorat Perlindungan Sosial Non Kebencanaan Kementerian Sosial yang diikuti SDM PKH Kabupaten Kuningan di Jagara Eco Park, Kecamatan Darma, Rabu (3/6/2026).
Dalam arahannya, Bupati Dian menyampaikan apresiasi kepada seluruh SDM PKH yang kini telah berstatus ASN PPPK penuh waktu. Menurutnya, status tersebut merupakan bentuk penghargaan negara atas pengabdian panjang para pendamping sosial dalam mendampingi masyarakat.
“Pendamping sosial bukan hanya memastikan bantuan cair atau tidak. Lebih penting adalah bagaimana masyarakat yang didampingi dapat tumbuh, berkembang, dan mandiri. Kita ingin bantuan sosial menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Dian.
Ia menegaskan keberhasilan program pengentasan kemiskinan sangat bergantung pada kualitas data yang dimiliki pemerintah.
Karena itu, Dinas Sosial bersama para pendamping PKH diminta terus melakukan verifikasi dan pemutakhiran data secara berkelanjutan, serta menjadi ujung tombak dalam menyukseskan Program Sekolah Rakyat agar semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang berkualitas.
Ketua Tim PKH Kabupaten Kuningan, Nanin Ernis Nurjaman, melaporkan capaian ground check Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang telah mencapai 73,69 persen.
Dari target yang ditetapkan, lebih dari 27 ribu keluarga penerima manfaat berhasil diverifikasi langsung oleh para pendamping sosial di lapangan.
Menurut Nanin, verifikasi data tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan sosial tepat sasaran sekaligus mendukung pemutakhiran data kemiskinan yang akurat dan berkelanjutan.
Selain menjalankan tugas verifikasi data, SDM PKH saat ini juga fokus menjaring calon peserta Program Sekolah Rakyat.
Untuk jenjang SMP, jumlah pendaftar bahkan telah melampaui kuota yang tersedia, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap program pendidikan tersebut.
Nanin menambahkan, para pendamping sosial juga turut membuka akses pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu.
Hingga saat ini, sebanyak 23 anak berhasil memperoleh kesempatan kuliah gratis melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Tatiek Ratna Mustika, menyampaikan bahwa SDM PKH di Kabupaten Kuningan berjumlah 127 orang yang terdiri dari satu ketua tim kabupaten, 32 ketua tim kecamatan, dan 94 pendamping sosial yang tersebar di seluruh wilayah.
Tatiek juga mengungkapkan Kabupaten Kuningan mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Cikandang, Kecamatan Luragung.
Dari 6.475 calon siswa yang telah dijangkau, sebanyak 178 siswa menyatakan minat mengikuti program tersebut, sementara kuota awal yang tersedia baru mencapai 90 siswa.













