Tangki Biogas Limbah Tahu Rusak, Pemkab Bantu Perbaiki

Bupati Dony Ahmad Munir yang mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Sekda Jabar Herman Suryatman di Giriharja.Dok-Diskominfosanditik Sumedang

KabarSunda.com- Pemerintah Kabupaten Sumedang akan membantu memperbaiki instalasi pengelolaan air limbah anaerobic, limbah tahu di Giriharja, Desa Kebonjati, Kecamatan Sumedang Utara.

Instalasi pengelolaan air limbah yang dibangun  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kini menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kerjasama dengan Nanyang Technological University, Singapura tahun 2013 dan tuntas tahun 2018 mengalami kerusakan tahun 2025.

“Kami akan berkoordinasi dengan BRIN dan  akan dialokasikan secepatnya di perubahan APBD untuk memperbaikinya juga CSR Bank BJB,” kata Bupati Dony Ahmad Munir yang mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Sekda Jabar Herman Suryatman di Giriharja, Minggu (5/7/2026).

Instalasi pengolahan  ini menjadi solusi alternatif pengolahan limbah tahu secara anaerobic yang mampu menghasilkan energi alternatif berupa biogas. Namun ada salah satu tangki yang mengalami penyumbatan sehingga tidak bisa menghasilkan biogas untuk menyalakan kompor.

Di kampung sentra pabrik tahu Sumedang dan tahu kuning ini, limbah cair pengolahan tahu diolah jadi biogas. Biogas ini dialirkan ke-89 rumah yang berada di kaki Gunung Kacapi ini. Biogas menjadi energi alternatif yang lebih murah disbanding menggunakan gasl elpiji.

Menteri PKP Maruarar Sirait berjanji akan membantu memfasilitasi untuk perbaikan tangki pengolahan yang rusak tersebut ke BRIN.  “Tangani cepat jangan berlama-lama nanti limbahnya bisa mencemari lingkungan kalau alatnya ada yang rusak. Kami akan koordinasi dengan BRIN,” kata Maruarar.