KabarSunda.com- Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mendorong penataan dan kebersihan kawasan di bawah Jembatan Pasopati (Jembatan Mochtar Kusumaatmadja), Kota Bandung, dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh unsur kewilayahan.
Hal itu disampaikan Herman saat memimpin gerakan bebersih di kawasan Taman Skateboard, kolong Jembatan Pasopati, Kota Bandung, Sabtu, 12 September 2026.
Herman menyoroti kondisi kawasan tersebut yang masih dipenuhi timbunan sampah.
Menurutnya, persoalan tersebut harus segera ditangani agar kolong jembatan yang menjadi salah satu bagian penting wajah Kota Bandung dapat terjaga kebersihan dan ketertataannya.
“Pagi ini kita melakukan gerakan bebersih di bawah Jembatan Pasopati. Kita lihat bagaimana sampahnya menumpuk luar biasa,” ujar Herman.
Ia menegaskan, ke depan kawasan di bawah Jembatan Pasopati harus bersih dan penanganannya tidak boleh ditunda.
Namun, Herman mengingatkan bahwa kegiatan bersih-bersih tidak boleh berhenti pada pengangkutan sampah yang sudah menumpuk.
Ia mendorong unsur kewilayahan, mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan, untuk memiliki komitmen bersama dalam menjaga kebersihan kawasan secara berkelanjutan.
“Kolong Jembatan Pasopati harus bersih dan tidak pakai lama,” tegasnya.
Menurut Herman, penanganan sampah harus dilakukan sejak dari sumbernya, terutama melalui edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi timbulan sampah dari rumah tangga, memanfaatkan kembali sampah yang masih bernilai guna, serta melakukan pemilahan dan daur ulang.
Ia meminta jajaran kecamatan dan kelurahan berperan aktif mengedukasi masyarakat agar persoalan persampahan tidak seluruhnya berujung pada tempat pembuangan akhir.
“Komponen kecamatan harus membantu mengedukasi masyarakat untuk mengurangi sampah dari rumah tangga, memanfaatkan sampah dan mendaur ulang sampah sejak dari rumah tangga,” ungkapnya.
Herman menilai langkah tersebut penting mengingat kapasitas Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti yang semakin terbatas.
Sampah yang saat ini dikumpulkan di kawasan perkotaan pada akhirnya sebagian besar masih berakhir di TPPAS Sarimukti.
“Seperti sampah-sampah ini, ujungnya dibuang ke TPS Sarimukti, sementara Sarimukti sudah penuh,” ujarnya.
Karena itu, Herman meminta seluruh unsur kewilayahan, khususnya kecamatan, memperkuat komitmen untuk menyelesaikan persoalan sampah dari hulu.
Menurutnya, keberhasilan penanganan sampah tidak hanya ditentukan oleh kebersihan suatu lokasi, tetapi juga oleh perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah.
“Jadi kami minta komitmen unsur kewilayahan, terutama kecamatan, agar permasalahan persampahan ini diselesaikan sejak dari hulu,” pungkas Herma












