KabarSunda.com- Selama ini untuk pencegahan kehamilan kebanyakan kita menggunakan dua cara, bagi pria dengan menggunakan kondom, atau bagi wanita dengan pil KB, atau tubektomi (sterelisasi wanita).
Sebenarnya ada satu cara lagi yakni vasektomi. Yaitu cara kontrasepsi yang dilakukan pada pria dengan memotong atau mengikat saluran sperma.
Cara ini sangat sederhana dan mudah, serta memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi guna mencegah kehamilan.
Uniknya cara ini jarang diminati kaum pria, dengan alasan klasik kejantanannya hilang.
Dalam masyarakat, memang selalu muncul pameo yang mengaitkan istri hamil dengan kejantanan suami.
Bila suami mampu membuat istri hamil, banggalah seorang suami.
Dari statistik, cara kontrasepsi dengan vasektomi dianggap memiliki tingkat keberhasilan paling tinggi (99,85%}.
Bahkan lebih tinggi dari penggunaan kondom.
Cara ini juga efektif, karena berlaku untuk jangka panjang. Berbeda dengan kondom, yang sering lupa dikenakan saat berada pada puncak birahi.
Vasektomi juga tidak menurunkan nafsu seksual pria. Pria masih dapat melakukan tugasnya sebagai suami dengan aman, karena tidak ada kekawatiran istri bakal mengandung lagi.
Mengapa vasektomi kurang diminati?
- Bukti keegoisan pria
- Kurangnya pemahaman bahwa vasektomi menurunkan nafsu pria
- Faktor emosional, takut disebut tidak jantan, dan istri akan selingkuh
- Faktor budaya, bahwa pria harus sanggup menghamili istrinya
- ketakutan, karena harus dilakukan operasi kecil (minor)
Kelebihan vasektomi
* Proses sederhana, cepat, dan tidak sakit
* Tidak mempengaruhi nafsu seksual suami, sehingga dapat menjalankan tugasnya dengan normal
* Mencegah lupa, bila menggunakan kontrasepsi jenis lain. Misal kondom atau pil KB.
Karena pencegahan kelahiran anak yang tidak diinginkan adalah tanggung jawab pasutri, maka pria sebaiknya mau menggunakan cara ini, agar istri dapat meningkatkan kualitas hidupnya, misal membantu mencari nafkah, dan tidak disibukkan dengan urusan mengasuh bayi.











