KabarSunda.com- Ratusan massa yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Triga Nusantara Indonesia (Trinusa) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin, 5 Mei 2025.
Dalam orasinya, massa mendesak KPK segera memeriksa mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) dan ditetapkan sebagai tersangka.
Pasalnya, RK sengaja menciptakan proram promosi bank dan produk bank dengan tujuan mencari sumber dana.
Dalam perjalanannya, justru RK diduga melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Setelah ditetapkan tersangka, Trinusa minta KPK segera melakukan penahanan terhadap RK dan lima tersangka lainnya.
Bahkan, massa minta KPK segera tangkap RK dalam kasus korupsi dana penempatan iklan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB).
Massa juga meneriakkan bahwa gembong RK di kasus korupsi Bank BJB.
Selain RK, massa minta KPK melakukan pemeriksaan terhadap mantan Direktur Keuangan Bank BJB Nia Kania yang memiliki harta kekayaan Rp70 miliar lebih.
Dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi yang melilit Bank BJB telah menciderai masyarakat Jabar.
Selain itu, kasus BJB telah merugikan keuangan negara. Bahkan massa menuding dalam orasinya, RK yang telah menerima anggaran dari Bank BJB. Hal ini terbukti berapa barang milik RK disita KPK.
Sampai saat ini, seolah-olah RK mempunyai kekuatan yang menjadikan KPK belum memanggil yang bersangkutan.
“Ada apa dengan KPK terkait kasus RK, berlama-lama kasus ini, takutnya masuk angin. Untuk itu kami dari LSM Trinusa tidak tinggal diam terkait kasus yang membelit mantan Gubenur Jabar,” tegas Ait M Sumarna, Ketua LSM Trinusa DPD Jawa Barat kepada KabarSunda disela aksi di gedung KPK, Senin, 5 Mei 2025.











