Pamit dari Jabar, Inilah Profil 1 Kota dan 4 Kabupaten yang Bakal Gabung Bentuk Provinsi Baru

KabarSunda.com- Jika ada provinsi di Indonesia dengan jumlah penduduknya paling banyak, itu adalah provinsi Jawa Barat (Jabar). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2024, jumlah penduduk Jabar tercatat sekitar 50 juta jiwa.

Jumlah penduduk Jabar itu lebih banyak di banding Provinsi Jawa Tengah yang hanya 37 juta jiwa, Provinsi Jawa Timur 41 juta jiwa dan Provinsi DKI Jakarta yang hanya 10 juta jiwa.

Banyaknya jumlah penduduk plus luasnya wilayah, tak bisa dipungkiri telah membuat repot dalam hal merancang dan mengatur anggaran untuk pemerataan pembangunan.

Dengan alasan antara lain dalam upaya mempercepat akselerasi pembangunan, wacana pemekaran Jawa Barat belakangan ini semakin berhembus kencang muncul ke permukaan.

Salah satunya datang dari Wilayah 3 Cirebon. Para elit di wilayah ini mengusulkan wacana untuk membentuk Daerah Otonomi Baru (DOB) bernama Provinsi Cirebon Raya terpisah dari Jabar.

Dalam usulannya, wacana pembentukan Provinsi Cirebon Raya terdiri dari 1 kota dan 4 kabupaten yakni; Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka.

Profil Kota-Kabupaten yang Bakal Pamit dari Jabar

Berikut profil dan potensi 1 kota dan 4 kabupaten di Wilayah 3 Cirebon yang sepakat bakal bergabung untuk membentuk Provinsi Cirebon Raya memisakan diri dari Jawa Barat:

1. Kota Cirebon

Kota Cirebon memiliki luas wilayah sekitar 37,54 km² dengan jumlah penduduk 341.980 jiwa (BPS 2023) yang tersebar di 5 kecamatan dan 22 kelurahan.

Perikanan dan sektor pariwisata, khususnya sejarah perkembangan Islam hingga budaya lokal yang beragam menjadi potensi yang selama ini dimiliki oleh Kota Cirebon.

2. Kabupaten Cirebon

Kabupaten Cirebon memiliki luas wilayah 1.077 km² terdiri dari 40 kecamatan, 12 kelurahan, dan 412 desa. Jumlah penduduknya tercatat 2,36 juta jiwa (BPS 2023)

Seperti halnya Kota Cirebon, perikanan dan pariwisata sejarah Islam hingga budaya yang khas menjadi potensi kuat yang dimiliki oleh kabupaten Cirebon.

3. Kabupaten Indramayu

Kabupaten Indramayu memiliki lusas wilayah 2.040 km², terdiri dari 21 kecamatan, 309 desa dan 8 kelurahan. Jumlah penduduknya tercatat 1,894 juta jiwa (BPS 2023)

Kabuoaten Indramayu dikenal karena sektor pertanian dan perikanan yang besar, disamping terdapatnya aneka ragam budaya tradisonal yang hidup subur di sana.

4. Kabupaten Majalengka

Kabupaten Majalengka yang terdiri dari 26 kecamatan, 330 desa, dan 13 kelurahan memiliki luas wilayah 1.204 km². Jumlah penduduknya: tercatat 1,341 juta jiwa (BPS 2023)

Disamping memiliki Bandara Internasional Kertajadi yang bisa menjadi daya tarik investor untuk menanamkan modalnya, Kabupaten Majalengka juga memliki potensi di bidang pertanian,

5. Kabupaten Kuningan

Kabupaten Kuningan terdiri dari 32 kecamatan dan 376 desa/kelurahan memiliki luas wilayah 1.179 km². Jumlah penduduknya tercatat sebanyak 1,202 juta jiwa (BPS 2023)

Selama ini, Kabupaten Kuningan terkenal dengan potensi alamnya yang luar biasa indah. Ditambah dengan udaranya yang sejuk, kabupaten ini bisa dikembangkan menjadi daerah wisata yang potensial.

Itulah gambaran sekilas profil 1 kota dan 4 kabupaten yang sepakat bergabung untuk membentuk Provinsi Cirebon Raya berpisah dari Provinsi Jawa Barat yang selama ini menaunginya.

Jika nanti terbentuk, berdasarkan data di atas, maka Provinsi Cirebon Raya bakal terdiri dari 134 kecamatan, 1.481 desa. Luas wilayahnya total 5,537 km² dan jumlah penduduknya 7,138 juta jiwa.

Landasan Hukum Pemekaran

Pemekaran daerah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Pemekaran daerah dapat dilakukan untuk mengatasi sejumlah masalah yang semakin kompleks.

Antara lain terdapatnya kesenjangan dan ketimpangan pembangunan, kondisi geografis yang luas, pelayanan masyarakat yang tidak efektif dan efisien serta perbedaan civil society yang berkembang di masyarakat.

Namun begitu, rencana pembentukan Provinsi Cirebon Raya masih baru sebatas wacana. Masih banyak hal yang harus dilakukan agar wacana itu bisa terwujud menjadi kenyataan.