KPK Terus Menyidik Dugaan Korupsi Anggaran Iklan Bank BJB Rp 222 Miliar

Uang Tersebut Diduga Dikorupsi dan Mengalir Sejumlah Pihak Termasuk Ridwan Kamil yang Saat Itu Menjabat Gubernur Jawa Barat

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo.Ist

KabarSunda.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyidik kasus korupsi pengadaan iklan Bank BJB. Penyidik sedang fokus mendalami dugaan penyelewengan anggaran Rp 222 miliar untuk pengadaan iklan yang dikelola oleh enam agensi.

“Dari enam agensi ini mengelola pengadaan iklan senilai Rp 400 miliar. Realisasinya diduga sekitar Rp 200 miliar, jadi sekitar 50% dari anggaran yang sedianya digunakan untuk pengadaan iklan tersebut sehingga 50% ini tidak digunakan sebagaimana mestinya,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).

Budi mengatakan, enam agensi ini dikendalikan oleh tiga tersangka kasus Bank BJB. Karana itu, kata Budi, KPK terus melakukan penyidikan mendalam terkait dengan anggaran iklan Rp 222 miliar yang dikelola enam agensi tersebut. Termasuk, kata dia, pemeriksaan terhadap dua saksi di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyidik kasus korupsi pengadaan iklan Bank BJB. Penyidik sedang fokus mendalami dugaan penyelewengan anggaran Rp 222 miliar untuk pengadaan iklan yang dikelola oleh enam agensi.

“Dari enam agensi ini mengelola pengadaan iklan senilai Rp 400 miliar. Realisasinya diduga sekitar Rp 200 miliar, jadi sekitar 50% dari anggaran yang sedianya digunakan untuk pengadaan iklan tersebut sehingga 50% ini tidak digunakan sebagaimana mestinya,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).

Budi mengatakan, enam agensi ini dikendalikan oleh tiga tersangka kasus Bank BJB. Karana itu, kata Budi, KPK terus melakukan penyidikan mendalam terkait dengan anggaran iklan Rp 222 miliar yang dikelola enam agensi tersebut. Termasuk, kata dia, pemeriksaan terhadap dua saksi di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).

Diketahui, kasus korupsi Bank BJB ini berawal dari pengondisian proyek pengadaan iklan senilai Rp 400-an miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 222 miliar atau sekitar 50% masuk ke dana nonbudgeter yang dikelola oleh corporate secretary atau corsec Bank BJB.

Uang tersebut diduga dikorupsi dan mengalir sejumlah pihak termasuk Ridwan Kamil yang saat itu menjabat gubernur Jawa Barat.

KPK juga mendalami dugaan aliran dana korupsi Bank BJB dari Ridwan Kamil ke sejumlah pihak termasuk ke artiss Aura Kasih dan selebgram Lisa Mariana. Namun, Ridwan Kamil sendiri membantah menerima aliran uang korupsi dari Kasus pengadaan iklan Bank BJB.

Sementara Lisa Mariana mengaku menerima aliran uang korupsi Bank BJB dari Ridwan Kamil. Aura Kasih belum diperiksa KPK hingga saat ini.

KPK sebelumnya sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB yang diduga merugikan negara Rp 222 miliar. Mereka terdiri dari petinggi BJB hingga pengendali agensi iklan.