Demi Efisiensi, DPR Dorong Kertajati Terapkan Mecca Route 

KabarSunda.com- Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mendorong pemerintah agar layanan Mecca Route diterapkan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.

Menurutnya, fasilitas tersebut penting untuk meningkatkan kelancaran proses pemberangkatan jamaah calon haji, sekaligus menyederhanakan tahapan keimigrasian setibanya di Arab Saudi.

Selly menyampaikan hal itu saat meninjau langsung operasional pemberangkatan haji di BIJB Kertajati, Rabu.

Ia menilai seluruh layanan pada musim haji tahun ini sudah berjalan baik, tetapi masih ada catatan penting untuk peningkatan layanan di masa mendatang.

“Sampai detik ini semua berjalan dengan baik, tetapi memang catatan kami bahwa untuk ke depan, dari Bandara Embarkasi Kertajati ini harus ada pelayanan Mecca Route,” kata Selly, Senin, 27 April 2026.

Menurut Selly, layanan Mecca Route memegang peran signifikan dalam mempercepat proses kedatangan jamaah di Bandara Madinah maupun Jeddah.

Dengan skema tersebut, seluruh prosedur pemeriksaan paspor dan keimigrasian dilakukan di Tanah Air sebelum keberangkatan. Alhasil, jamaah tidak lagi harus melalui antrean panjang di bandara Arab Saudi.

“Dengan layanan tersebut, setiap calon haji dapat langsung menuju bus dan hotel tanpa melalui antrean pemeriksaan keimigrasian,” ujarnya.

Saat ini, jamaah dari Embarkasi Kertajati masih harus menjalani pemeriksaan keimigrasian setibanya di Arab Saudi.

Situasi itu, menurut Selly, berdampak pada waktu tunggu jamaah dan kerap menjadi salah satu titik kelelahan setelah perjalanan panjang.

Ia menuturkan, Mecca Route sejauh ini baru diterapkan pada empat embarkasi, yakni Soekarno-Hatta, Solo, Makassar, dan Surabaya.

Karena itu, ia meminta pemerintah memperluas layanan tersebut ke embarkasi lain, termasuk Kertajati, terutama mengingat perannya yang semakin strategis bagi jamaah haji Jawa Barat dan daerah sekitar.

“Ini menjadi catatan saya agar pola Mecca Route ini jangan hanya diterapkan di empat embarkasi yang sudah berlangsung, tetapi bisa dilakukan untuk di beberapa embarkasi lainnya,” tegasnya.

Sebelumnya, Selly memastikan pemberangkatan kloter pertama jamaah haji dari Embarkasi Kertajati pada musim haji tahun ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Dari laporan yang diterimanya, total calon haji yang diberangkatkan mencapai sekitar 445 orang.

Ia menyebutkan keberangkatan perdana itu turut dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Kehadiran Menhub, kata Selly, menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan penuh terhadap operasional haji dari Kertajati yang terus berkembang.

Menurutnya, seluruh tahapan pelayanan bagi jamaah, mulai dari asrama hingga ke proses keberangkatan dari bandara, telah sesuai standar. Pemeriksaan kesehatan, layanan bagasi, hingga alur imigrasi di Indonesia dinilai berjalan tertib.

“Saya memastikan secara umum pelayanan untuk calon haji mulai dari asrama hingga proses di bandara telah berjalan sesuai harapan,” ujarnya.

Dia pun berharap seluruh kloter berikutnya dapat diberangkatkan dengan lancar dan tanpa hambatan. “Hari ini kita sudah memberangkatkan kloter pertama dari Kertajati. Kita doakan pemberangkatan ini berjalan dengan lancar dan diberikan keselamatan sampai di Tanah Suci,” tuturnya.

Menurutnya, penerapan Mecca Route di Kertajati dipandang sebagai langkah strategis dalam penguatan layanan embarkasi Jawa Barat.

Dengan potensi penumpang yang besar, Kertajati diharapkan tidak hanya menjadi bandara alternatif, tetapi pusat pemberangkatan yang setara dengan embarkasi besar lain di Indonesia.

Dorongan ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah serta BIJB untuk terus meningkatkan fasilitas dan kesiapan operasional bandara, terutama setelah meningkatnya jumlah penerbangan internasional dan charter haji.

Selly menekankan, kualitas layanan kepada jamaah harus menjadi prioritas, karena perjalanan haji tidak hanya soal keberangkatan dan kedatangan, tetapi juga kenyamanan, efisiensi proses, dan perlindungan terhadap para jamaah, terutama yang berusia lanjut.

“Kami Komisi VIII akan terus mendorong koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, dan Direktorat Jenderal Imigrasi, agar rencana perluasan Mecca Route dapat segera direalisasikan,” katanya.