KabarSunda.com- Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap dunia pendidikan menyusul kasus dugaan pelecehan yang melibatkan siswa dan guru di SMAN 1 Purwakarta.
Ia menilai peristiwa tersebut menjadi sinyal bahwa pembentukan karakter dan moral peserta didik perlu mendapatkan perhatian lebih serius.
Dirinya menegaskan, kejadian ini harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan, khususnya dalam sistem pendidikan dan kualitas tenaga pendidik.
“Peristiwa ini sangat miris. Anak-anak kita terlihat tidak memiliki etika dan moral. Maka ke depan harus ada evaluasi menyeluruh, termasuk di tingkat sekolah,” katanya.
Meski demikian, di tengah sorotan tersebut, Abang Ijo juga menyinggung sikap guru PKN SMAN 1 Purwakarta, Syamsiah, yang memilih memaafkan para siswa yang diduga melakukan pelecehan.
Sikap tersebut dinilai sebagai contoh keteladanan dalam dunia pendidikan.
Syamsiah sebelumnya menyatakan telah memaafkan para siswa dan bahkan mendoakan mereka agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Syamsiah menegaskan tidak akan membawa kasus ini ke ranah hukum karena ingin fokus membina karakter anak didiknya.
Menanggapi hal itu, Abang Ijo menekankan bahwa pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter.
“Saya hari ini bisa menjadi wakil bupati karena modal etika, attitude, dan menghargai sesama, Percuma mengejar ilmu setinggi mungkin kalau tidak punya moral dan akhlak,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab pendidikan karakter tidak hanya berada di sekolah, tetapi juga dimulai dari lingkungan keluarga.
“Peran orang tua sangat penting. Anak-anak harus dididik dari rumah soal adab, moral, dan akhlak. Guru di sekolah melengkapi,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Purwakarta berencana melakukan penguatan sistem pendidikan, termasuk kemungkinan pengetatan regulasi di tingkat sekolah sebagai bagian dari reformasi birokrasi pendidikan.
“Kami berharap ini jadi bahan evaluasi. Dari sekolah kita bisa menciptakan anak-anak yang berkualitas, baik dari sisi ilmu maupun akhlak,” ujarnya.











