KabarSunda.com- Dua praja Program Kepamongprajaan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) berkunjung ke Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
Kunjungan mereka dalam rangka studi lapangan dan sharing knowledge terkait pelayanan pemerintahan serta pengelolaan informasi publik pada Jumat, 10 Juli 2026.
Lurah Taman Sari, Abdul Malik Raharusun, mengatakan kedua praja yang melakukan kunjungan tersebut adalah Dani Ramdani yang menjabat sebagai Wakil Kepala RSUD Majalaya dan Suryana yang menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.”Kami menerima dua praja IPDN Program Kepamongprajaan, yakni Dani Ramdani dan Suryana. Mereka melakukan diskusi dan sharing knowledge terkait pelayanan pemerintahan serta sistem informasi yang diterapkan di Kelurahan Taman Sari,” ujarnya.
Menurutnya, Kelurahan Taman Sari dipilih sebagai lokasi studi lapangan karena dinilai memiliki sistem pelayanan publik dan pengelolaan informasi yang baik.”Mereka ingin mengetahui strategi dan program pelayanan yang diterapkan Kelurahan Taman Sari sehingga mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” katanya.
Abdul Malik menjelaskan bahwa Kelurahan Taman Sari berhasil meraih penghargaan sebagai Kelurahan Informatif Tahun 2025 dari Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta. Ia juga memaparkan strategi publikasi yang dilakukan kelurahannya, mulai dari peningkatan kapasitas aparatur melalui pelatihan jurnalistik hingga optimalisasi berbagai kanal informasi.
“Kami menyampaikan bahwa operator dan staf kelurahan telah mengikuti diklat jurnalistik yang diselenggarakan Sudis Kominfotik Jakarta Barat. Setelah itu, publikasi kegiatan dilakukan secara masif melalui media sosial, website kelurahan, serta bersinergi dengan Sudis Kominfotik Jakarta Barat,” jelasnya.Abdul Malik berharap kunjungan tersebut dapat menjadi sarana bertukar pengalaman dan praktik terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan, khususnya di bidang pelayanan publik dan keterbukaan informasi.
Ia menambahkan, kegiatan studi lapangan dua praja IPDN tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Jumat (10 Juli 2026) dan Senin (13 Juli 2026). Diharapkan kunjungannya dapat menjadi sarana bertukar pengalaman dan praktik dalam penyelenggaraan pemerintahan bidang pelayanan publik dan keterbukaan informasi.








