KabarSunda.com- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) XTC Indonesia Bidang Pendidikan mendesak Kementerian Pendidikan Nasional RI untuk segera melakukan evaluasi dan perubahan mendasar terhadap sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Menurut XTC, Fakta dilapangan banyak ditemukan kejanggalan yang merugikan masyarakat, salah satu contoh: Zonasi tidak adil: Banyak anak yang rumahnya dekat sekolah, tapi tersisih karena kuota zonasi terlalu kecil & datanya tidak valid.
Selain itu, Jalur Afirmasi Disedot: Kuota anak tidak mampu sering “bocor” karena verifikasi data miskin yang lemah, dan Prestasi terpinggirkan: Anak berprestasi akademik/non-akademik kalah saing dengan “titipan” dan calo.
“Pendidikan itu hak, bukan dagangan. XTC hadir bukan untuk gaduh, tapi untuk Bandung Ngariung Ngawal Pendidikan.”
Kami siap bersinergi, berdialog, dan mengawal sampai SPMB 2027 benar-benar berkeadilan,pungkasnya.






