KabarSunda.com- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menyampaikan duka mendalam atas insiden tabrakan yang terjadi antara KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi dengan KRL Tokyo Metro (TM) 5568A tujuan Kampung Bandan-Cikarang di Bekasi Timur.
Duka mendalam tersebut disampaikan Dedi Mulyadi melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya. KDM sempat menyinggung sedikit terkait kenapa peristiwa kecelakaan bisa terjadi.
“KRL tersebut berhenti disebabkan karena adanya taksi listrik yang mogok di lintasan rel kereta api, sehingga menimbulkan korban meninggal dunia dan dirawat di rumah sakit, dan masih ada 4 orang yang belum bisa dievakuasi dalam keadaan terjepit,” kata KDM.
KDM mengumumkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit terhadap semua korban yang saat ini sedang dirawat.
“Kedua, akan memberikan santunan kepada yang meninggal masing-masing Rp 50 juta,” ungkap KDM.
Dedi Mulyadi menaruh harapan besar kecelakaan kereta jangan sampai terjadi lagi di masa yang akan datang atau kecelakaan yang terjadi tadi malam adalah yang terakhir kalinya.
Selain itu, KDM sadar musibah ini tentu terasa sangat berat bagi sisi korban. Dedi Mulyadi mendoakan keluarga korban dapat diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
“Hati-hati di jalan, hati-hati di tempat pekerjaan, dan hati-hati di rumah karena musibah bisa terjadi kapan saja tanpa diduga oleh kita semua,” tutur KDM.
Tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi dengan KRL Tokyo Metro (TM) 5568A tujuan Kampung Bandan-Cikarang di Bekasi Timur terjadi tadi malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Akibat kecelakaan tersebut, ada sekitar 14 orang meninggal dunia dan 84 orang lainnya mengalami luka-luka. Mereka saat ini mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.











