Bandung Jadi Kota Termacet, Wali Kota Bandung Farhan Bakal Hapus Trayek Angkot

KabarSunda.com- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berencana untuk menghapus sistem trayek pada angkutan umum di wilayahnya untuk mengatasi kemacetan.

Kota Bandung meraih predikat sebagai kota termacet di Indonesia berdasarkan data dari Tonton Traffic Index.

Farhan menyatakan, strategi menghapus trayek pada kendaraan umum akan dilakukan.

Menurutnya, sistem trayek yang saat ini masih digunakan untuk regulasi kendaraan umum seperti angkot menjadi ganjalan, dan banyak kalah bersaing dengan transportasi berbasis online yang tidak memiliki jalur khusus.

Kondisi ini, dirasakannya, membuat masyarakat lari ke transportasi online yang mana menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan motor, dibandingkan kendaraan umum seperti angkot. Oleh karena itu sistem trayek ini harus dihilangkan.

“Karena kalau anda pergi ke satu tempat pakai trayek pasti teu rame (tidak ramai) ngges make (sudah make) ojol. Maka angkot harus berhenti make trayek maka pindah ke ojol,” kata Farhan, dikutip Senin, 7 Juli 2025.

Dengan kondisi ini, Farhan memastikan akan berusaha mengubah jalur trayek dengan sistem seperti carter di mana nantinya angkot bisa bersaing dengan dan banyak digunakan oleh masyarakat untuk transportasi umum, dibandingkan kendaraan pribadi.

“Saya akan berjuang agar trayek ini dibongkar total kalau pake aturan trayek maka nggak pernah bisa bersaing dengan ojol dan lainnya.”

“Mengapa karena perhitungan sama dengan ojol taksi semuanya berbasis carter. Angkot enggak, gimana mau dapat. Maka saya berpihak kepada angkot,” terangnya.

Untuk mewujudkan semua itu, Farhan menjelaskan, sebelum meminta angkot menggunakan listrik dan lainnya, yang pertama dilakukan yaitu mengubah regulasinya terlebih dahulu.

“Saya akan minta regulasi trayek peninggalan masa lalu itu harus diubah sedemikian rupa sehingga angkot fleksibel. Untuk itu maka angkotnya harus terkoneksi sistem teknologi Internet of Things (IoT),” jelasnya.

Sistem IoT sendiri meliputi penggunaan sensor, perangkat komunikasi, dan platform berbasis cloud untuk mengumpulkan, mengirimkan, dan menganalisis data secara real-time.

“Maka akan kami urut dari atas transportasi dibenerin dulu, trayek dilangin diganti dengan IoT dan bisa bersaing dengan ojol dan kendaraan ini berbasis carter. Kami harapkan juga pengaturan lalu lintas bisa diperbaiki,” terang dia.

“Dan bersiap kami akan bangun konstruksi BRT yang akan membuat Bandung macet dua tahun ke depan,” tandasnya.